Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Senin Pagi, Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran ke Tenggara

Senin Pagi, Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran ke Tenggara
Default Image IDN
Share Article

Sleman, IDN Times - Gunung Merapi kembali mengeluarkan dua kali awan panas guguran pada Senin (28/6/2021) pagi. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menyampaikan kedua awan panas tersebut terpantau meluncur ke arah Tenggara.

1. Awan panas pertama meluncur sejauh 1.000 meter

Awan panas Gunung Merapi pada Jumat (25/6/2021) pukul 04.43 WIB. (dok. BPPTKG)
Awan panas Gunung Merapi pada Jumat (25/6/2021) pukul 04.43 WIB. (dok. BPPTKG)

Hanik menjelaskan, awan panas pertama ini terjadi pada pukul 04.47 WIB dan tercatat di seismogram dengan amplitudo 55 mm dan durasi 76 detik. Awan panas ini memiliki jarak luncur sejauh 1.000 meter.

"Jarak luncur 1.000 m ke Tenggara," ungkapnya pada Senin (26/6/2021).

2. Awan panas kedua meluncur sejauh 900 m

Ilustrasi pos pemantauan gunung berapi (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Ilustrasi pos pemantauan gunung berapi (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Menurut Hanik, awan panas kedua meluncur sejauh 900 meter. Awan panas ini juga terpantau meluncur ke arah Tenggara.

"Tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 70 detik. Jarak luncur 900 m ke Tenggara," katanya.

3. Hari sebelumnya, awan panas meluncur tiga kali

Letusan Gunung Merapi terlihat dari bungker Kaliadem, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (17/11/2019). (ANTARA FOTO/Rudi)
Letusan Gunung Merapi terlihat dari bungker Kaliadem, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (17/11/2019). (ANTARA FOTO/Rudi)

Pada hari sebelumnya, BPPTKG juga mengamati adanya 3 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah Barat Daya dan Tenggara. Selain itu, guguran lava pijar juga teramati terjadi sebanyak 27 kali.

"Teramati 27 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.800 m ke arah Barat Daya," jelasnya.

Hanik menjelaskan, saat ini status Merapi berada pada level Siaga. Untuk potensi bahaya sendiri berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Tenggara-Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah Sungai Gendol, Kuning, Bohong, Bedog, Krasak, Bebeg dan Putih.

"Sedangkan untuk lontaran material vulkanik bila erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dan puncak," paparnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
Paulus Risang
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Mahasiswa UGM: Ruang Diskusi Tak Boleh Dikondisikan Penguasa

17 Jun 2026, 17:40 WIBNews