Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Awan Panas Merapi hingga 3 Km, PVMBG: Luncuran Terjauh ke Tenggara

Awan Panas Merapi hingga 3 Km, PVMBG: Luncuran Terjauh ke Tenggara
Awan panas Gunung Merapi pada Jumat (25/6/2021) pukul 04.43 WIB. (dok. BPPTKG)
Share Article

Sleman, IDN Times - Jumat dini hari (25/6/2021) pukul 04.43 WIB, Gunung Merapi terpantau mengeluarkan awan panas guguran sejauh 3 kilometer ke Tenggara.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, awan panas yang terjadi dini hari ini merupakan awan panas terjadi yang meluncur ke arah Tenggara. 

1. Jarak luncur terjauh ke Tenggara

Awan panas Gunung Merapi pada Jumat (25/6/2021) pukul 04.43 WIB. (dok. BPPTKG)
Awan panas Gunung Merapi pada Jumat (25/6/2021) pukul 04.43 WIB. (dok. BPPTKG)

Kepala PVMBG, Andiani mengungkapkan, sebelumnya jarak luncur awan panas Merapi ke arah Tenggara tergolong masih pendek. Namun, pada pagi ini tercatat awan panas meluncur ke Tenggara dengan jarak luncur 3.000 meter. Sedangkan untuk awan panas yang ke arah Barat Daya, terpantau memiliki jarak luncur maksimal sejauh 3.200 meter.

"Jarak luncur paling jauh (ke Tenggara) terjadi tadi pagi pukul 04.43 WIB. Jarak luncur maksimal 3 km," ungkapnya pada Jumat (25/6/2021).

2. Rata-rata jarak luncur ke Tenggara 1.400 meter

ilustrasi pengamatan Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
ilustrasi pengamatan Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Andiani mengungkapkan, sejak 7 Januari 2021 hingga 25 Juni 2021, awan panas Merapi terpantau meluncur sebanyak 288 kali. Di mana berdasarkan perhitungan, rata-rata kejadian awan panas Merapi adalah 11 kejadian per minggu.

Untuk awan panas pertama yang mengarah ke Tenggara ini terpantau terjadi pada 3 April 2021. Di mana untuk rata-rata jarak luncur ke Tenggara sejauh 1.400 meter.

"Rata-rata jarak luncur ke Barat Daya 1.300 m, Tenggara 1.400 m," katanya.

Saat ini aktivitas Merapi masih tinggi ditandai aktivitas kegempaan yang tinggi dan deformasi atau perubahan tubuh gunung yang masih terjadi.

3. Masyarakat Kalitengah Lor diminta kesiapsiagaannya

Simulasi evakuasi warga lereng Merapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Simulasi evakuasi warga lereng Merapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Sementara itu, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyampaikan, saat ini pihaknya melakukan pembaharuan rekomendasi, di mana untuk potensi bahaya di sektor Tenggara, yakni di Kali Gendol menjadi 5 kilometer.

Berkenaan dengan hal tersebut, Hanik menjelaskan jika saat ini masyarakat belum perlu untuk mengungsi, di mana untuk pemukiman terdekat di sektor Tenggara masih di sekitar 5 kilometer. Namun demikian, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan.

"Di Sleman dipastikan tidak ada pemukiman di atas 5 km, jadi belum perlu mengungsi. Namun kesiapsiagaan perlu ditingkatkan," paparnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
Paulus Risang
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Mahasiswa UGM: Ruang Diskusi Tak Boleh Dikondisikan Penguasa

17 Jun 2026, 17:40 WIBNews