Seorang satpam sekolah terluka terkena sabetan senjata tajam.(Dok.Polres Bantul)
Menurut I Nengah Jeffry, setelah pemeriksaan terhadap pelaku diketahui ada pembagian peran atau tugas masing-masing pelajar saat melakukan penyerangan. Peran tersebut seperti ada yang bertindak sebagai jongki atau pengendara sepeda motor, petarung hingga ada yang hanya ikut-ikutan saja.
"Jadi sebelum menyerang SMPN 1 Kasihan sudah ada semacam pembagian tugas," ujarnya.
I Nengah Jeffry mencontohkan seperti AAA yang tertangkap pertama kali oleh warga memiliki tugas sebagai petarung atau fighter, dan jongkinya adalah RY yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. Pelaku AAA ini menyerang satpam SMP N 1 Kasihan dengan gesper sehingga korban mengalami luka-luka.
"Ada juga Gombloh yang menyabetkan celurit sebanyak satu kali," ucapnya.