Sleman, IDN Times - Perangkat gamelan milik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM raib diduga digondol maling. Muncul dugaan, pelaku telah beraksi menyasar kampus-kampus lain di wilayah DIY dan Jateng.
Polisi sudah turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.

Sleman, IDN Times - Perangkat gamelan milik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM raib diduga digondol maling. Muncul dugaan, pelaku telah beraksi menyasar kampus-kampus lain di wilayah DIY dan Jateng.
Polisi sudah turun tangan untuk menyelidiki kasus ini.
Dosen Sastra Jawa FIB UGM, Rudy Wiratrama mengungkapkan, peristiwa ini terjadi pada Selasa (14/4/2026) sore kemarin. Sasarannya adalah perangkat gamelan di salah satu ruang pada Gedung Margono.
Aksi dugaan pencurian ini kali pertama dilaporkan oleh salah seorang mahasiswanya, Rabu (15/4/2026) dan momen terduga pelaku beraksi terekam jelas melalui beberapa unit kamera pengawas alias CCTV di sekitaran lokasi.
"Kejadiannya itu kira-kira sekitar pukul 12 siang lebih, itu pelaku sudah masuk," kata Rudy saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).
Menurut Rudy, pelaku datang berboncengan dengan seorang lagi yang menunggu di atas motor. Selanjutnya, pelaku masuk ke ruangan di lantai 4 gedung. Kendati, masih ada sejumlah mahasiswa di dalam, sehingga aksi urung dieksekusi.
Lantaran masih masa Ujian Tengah Semester (UTS), maka suasana kampus tak begitu ramai. Pelaku kemudian kembali pukul 15.00 WIB ketika kondisi ruangan telah sepi dan membawa kabur bilah demung berbahan perunggu.
"Lah itu baru aksi pencurian itu bisa dilakukan, begitu. Dan itu yang diambil demung, hanya bilahnya saja yang diambil. Jadi rancakannya tidak diambil karena kan berat. Dan itu menyebabkan dia bisa dimasukkan ke dalam tas karena bilahnya saja yang diambil," beber Rudy.
"Kalau satu rancakan itu kan isinya ada tujuh bilah, ya. Baik Slendro maupun Pelog-nya sama-sama tujuh bilah," sambungnya.
Estimasi nilai kerugian dari aksi ini, kata Rudy, diperkirakan kurang lebih mencapai Rp12,5 juta apabila diukur dengan harga sekarang.
Rudy berujar, pihaknya tak mengenali pelaku berdasarkan ciri-ciri fisik yang terekam melalui CCTV. Hanya saja, pihaknya menduga pelaku ini tak cuma beraksi di kampusnya saja.
Kata Rudy, pihaknya telah membagikan tangkapan layar sosok terduga pelaku kepada kampus-kampus lain. Alhasil, muncul dugaan sosok tersebut terlibat aksi pencurian serupa di ISI Yogyakarta maupun ISI Surakarta.
"Ketika kita cocokkan dengan institusi lain yang juga kehilangan gamelan, baik itu ISI Yogyakarta maupun ISI Surakarta, itu ada indikasi orangnya itu sama, identik," imbuhnya.
Sepenuturan Rudy, dugaan kasus pencurian gamelan di ISI Surakarta dan Yogyakarta itu terjadi sekitar 3-4 bulan lalu.
"Dari CCTV mereka (ISI Surakarta dan Yogyakarta) juga ditemukan orang dengan ciri-ciri fisik yang sama dan dilalah pakaiannya kok juga sama, itu yang mengambil itu. Tapi ya itu kan baru ya, dari amatan kami, ya, dari komunikasi antar kita yang sama-sama kehilangan gamelan itu," lanjutnya.
Rudy menuturkan, kasus ini telah dilaporkan ke kepolisian setempat. Kapolsek Bulaksumur, AKP Subilal menyebut pihaknya telah menindaklanjuti laporan dan memulai proses penyelidikan.
Petugas telah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
"Sudah dalam penyelidikan kami," kata Subilal saat dihubungi.