YouTube Masjid UGM Unggah Komentar Soal Ceramah JK: Simak Secara Utuh

- Kanal YouTube Masjid Kampus UGM menegaskan agar publik menyimak ceramah Jusuf Kalla secara utuh untuk menghindari kesalahpahaman akibat potongan video yang beredar.
- Ceramah JK di Masjid Kampus UGM pada 5 Maret 2026 dilaporkan ke polisi oleh sejumlah organisasi Kristen karena dianggap menistakan agama setelah potongan videonya viral.
- Juru bicara JK, Husain Abdullah, menjelaskan bahwa isi ceramah menggambarkan realitas sosial konflik Poso dan Ambon, bukan pandangan pribadi JK, serta bertujuan menunjukkan pentingnya meluruskan pemahaman keagamaan.
Sleman, IDN Times - Kanal YouTube resmi milik Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan pesan tentang ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang dinilai menistakan ajaran Kristen.
Dalam kolom komentarnya, Kanal YouTube Masjid Kampus UGM ikut bersuara mengenai ceramah JK yang berujung pelaporan itu. Namun, mereka menyampaikan pesan agar menyimak secara lengkap dan tidak sepotong-sepotong.
"Jemaah sekalian, kami mohon dengan sangat untuk menyimak video secara utuh, bukan hanya potongan-potongan yang beredar. Seringkali cuplikan yang tidak lengkap dapat menimbulkan kesalahpahaman karena konteks pembicaraan tidak tersampaikan dengan baik," pesan Kanal YouTube Masjid Kampus UGM yang disematkan dalam kolom komentar video ceramah JK yang diunggah Senin (13/4/2026).
Kepada IDN Times, Ketua Takmir Masjid UGM, Muhammad Yusuf mengizinkan untuk mengutip isi dari komentar tersebut.
1. Bersikap adil menilai suatu hal
Pesan tersebut berlanjut dengan imbauan untuk melihat segala sesuatu secara menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan atau menyebarkannya.
"Mari kita bersikap adil dalam menilai suatu hal, dengan melihat secara menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan atau menyebarkannya lebih lanjut. Adapun apabila memerlukan klarifikasi lebih lanjut, silakan langsung ke pihak yang bersangkutan. Terima kasih atas perhatian dan kebijaksanaannya."
2. JK dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama
Ceramah disampaikan pada 5 Maret 2026 saat JK hadir sebagai salah satu pembicara 'Ramadan Public Lecture' di Masjid Kampus UGM.
Ceramah bertajuk 'Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar' berdurasi 40 menit lebih dan disiarkan melalui kanal YouTube resmi masjid UGM.
Ceramah JK berujung pelaporan yang dibuat Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) bersama Dewan Pakar Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Gerakan Perjuangan Masyarakat Pluralisme, DPP Si Pitung, hingga DPP Horas Bangso Batak.
JK dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama setelah potongan video ceramahnya tentang konflik Poso dan Ambon viral di media sosial.
DPP GAMKI melalui pernyataannya mengutip kalimat JK yang dinilai kontroversial, menyinggung konflik Poso dan Ambon pada awal 2000-an. Mereka mempersoalkan soal frasa 'syahid' yang diungkap JK terkait konflik yang menyinggung agama.
3. Ini pendapat juru bicara JK

Sementara juru bicara JK, Husain Abdullah mengatakan, dalam ceramah tersebut, JK tidak sedang menjelaskan ajaran teologi agama, melainkan menggambarkan realitas sosiologis yang terjadi saat konflik komunal di Poso dan Ambon pada awal era reformasi.
"Pak JK mengungkapkan pendapat orang-orang yang bertikai pada saat kerusuhan Poso dan Ambon. Atau realitas sosiologis saat terjadi konflik. Bukan pendapat pribadi Pak JK," kata Husain kepada IDN Times, Senin (13/4/2026).
Husain menjelaskan, realitasnya saat itu kedua pihak yang berkonflik menggunakan jargon agama untuk saling membunuh. Pemahaman mereka, baik Islam maupun yang Kristen, jika membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga.
Karena itu, konflik Poso dan Ambon disebut konflik bernuansa SARA yang sulit dihentikan serta mengakibatkan korban jiwa ribuan orang.
"Untuk mengatasinya, kata Pak JK saat ceramah di UGM, pemahaman kelompok yang bertikai ini harus diluruskan. Karena keduanya telah melakukan kekeliruan menyimpang dari ajaran agama," kata Husain.
Oleh karena itu, JK dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan membunuh orang tak bersalah dalam konflik tidak dapat dibenarkan agama apapun.
"Maka, Pak JK mengatakan anda semua akan masuk neraka jika saling membunuh, bukan masuk surga. Karena tidak ada agama yang mengajarkan untuk bertindak demikian," ujar Husain.
Husain menegaskan, ceramah JK bukanlah pendapat pribadi, tetapi realitas sosial saat itu yang berkembang di antara mereka yang saling berkonflik.
"Pak JK menyampaikan lesson learned. Mengisahkan pendekatan yang ia lakukan ketika hendak mendamaikan pihak yang bertikai di Poso maupun di Ambon, dengan terlebih dahulu mengubah paradigma yang memotivasi mereka saat berkonflik," ujarnya.
Oleh karena itu, Husain menyayangkan terkait laporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya. Sebab, inti ceramah JK adalah semacam pembelajaran bagaimana mendamaikan dua pihak yang bertikai.
"Sebelum melaporkan, sebaiknya mengkaji sebaik baiknya konten yang sedang viral. Karena terpotong dan diberi narasi yang melenceng dari substansinya," ujar dia.


















![[QUIZ] Beli Rumah atau Mobil Dulu? Jawab Ini Dulu Biar Gak Salah Pilih](https://image.idntimes.com/post/20250711/2149193165_a81af98b-06e6-4437-a005-726fdabbfe3c.jpg)