Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pakuwon Mall Jogja Dipagar Tinggi, Manajemen Angkat Bicara
Pagar pembatas yang dipasang di area Pakuwon Mall Jogja. (IDN Times/Tunggul DamarjatI)
  • Manajemen Pakuwon Mall Jogja menegaskan pagar kawasan sudah direncanakan dan dianggarkan sejak tahun lalu, bukan terkait isu keamanan atau demonstrasi.
  • Pagar hijau dipasang di depan, sisi utara, dan barat mal untuk memperindah kawasan serta memperjelas batas area, tetapi pengerjaannya sementara dihentikan.
  • Bupati Sleman Harda Kiswaya memastikan wilayahnya kondusif dan menyebut penataan pagar mendukung ketertiban, estetika, serta iklim investasi yang aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times - Manajemen Pakuwon Mall Jogja menegaskan pembangunan pagar di kawasan mal bukan dilakukan karena alasan keamanan. Proyek tersebut disebut telah direncanakan sejak tahun lalu sebagai bagian dari penataan kawasan dan kini untuk sementara dihentikan menyusul ramainya spekulasi di media sosial.

Pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan besar belakangan memang menjadi perhatian publik. Setelah terlihat di beberapa mal di Jakarta dan Surabaya, pagar besi juga tengah dibangun di Pakuwon Mall Jogja, Kabupaten Sleman.

Pagar berwarna hijau telah terpasang di bagian depan pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Ringroad Utara, Kapanewon Depok tersebut. Pagar juga didirikan di sisi utara dan barat kawasan mal. Kemunculan pagar tersebut kemudian memunculkan beragam spekulasi di media sosial yang mengaitkannya dengan isu keamanan.

Bukan alasan keamanan, sudah direncanakan lama

General Manager Pakuwon Mall Jogja, Vicky Ratih, menegaskan bahwa pembangunan pagar telah direncanakan sejak tahun lalu dan sudah masuk dalam penganggaran. Alasannya, kata dia, sebagian perimeter luar kawasan mal memang belum memiliki pagar.

"Karena kan memang di kami ini belum ada pagarnya, kan. Jadi kemudian kenapa harus dikerjakannya di bulan Agustus? Tidak, seharusnya kami itu sudah memang dari pertengahan, dari awal Juli bahkan, untuk mengerjakan ini," kata Vicky, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, pengerjaan akhirnya harus menunggu musim kemarau karena proses pembangunan membutuhkan pekerjaan pengecatan yang lebih optimal saat cuaca cerah.

"Jujur agak mengagetkan buat kami ketika masyarakat atau netizen meresponsnya dikaitkan dengan sisi keamanan. Karena sebetulnya ini sudah menjadi agenda sejak tahun lalu," ujarnya.

Ia juga menyangkal anggapan bahwa pembangunan pagar berkaitan dengan demonstrasi di sekitar kawasan Polda DIY pada tahun lalu. Menurutnya, saat itu manajemen justru mengedepankan pendekatan kepada massa dengan menyediakan minuman, medis, hingga membantu membawa korban menggunakan kendaraan operasional mal ketika ambulans sulit menjangkau lokasi.

"Jadi tidak ada alasan yang bagaimana-bagaimana. Rasanya gorengannya netizen terlalu lezat," katanya.

Hentikan sementara pemasangan pagar

Pagar pembatas yang dipasang di area Pakuwon Mall Jogja. (IDN Times/Tunggul DamarjatI)

Vicky mengatakan pembangunan pagar dilakukan untuk kepentingan bersama, antara lain memperindah kawasan sekaligus memperjelas batas antara area mal dan lingkungan di sekitarnya.

Kendati, di tengah ramainya spekulasi yang berkembang, manajemen pun memutuskan menyetop sementara pengerjaan proyek tersebut agar tidak semakin menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Karena lagi kayak begini, kami hold. Karena kami tidak mau menambah kegelisahan. Kami jujur tidak menyangka bahwa itu akan membuat kegelisahan seperti itu," ujarnya.

Ia berharap masyarakat tidak terbawa isu liar yang dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama yang berpotensi memengaruhi kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Jangan digoreng dengan isu-isu keamanan yang membuat investasi jadi takut. Jadi yang enggak-enggak," kata Vicky.

Tegaskan Sleman kondusif

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya memastikan kondisi keamanan di wilayahnya tetap kondusif. Ia menegaskan pembangunan pagar di Pakuwon Mall Jogja merupakan bagian dari penataan kawasan yang telah diprogramkan manajemen, bukan karena adanya ancaman keamanan.

"Misalnya ini di Pakuwon ya, untuk memperindah. Ini sangat terbuka, sehingga perlu pagar, satu, dari sisi keamanan jadi akan lebih tertib. Kemudian dari sisi pandangan juga akan lebih indah. Nah, itu intinya," katanya.

"Tambah asri, tidak ada hal yang lain," tambah Harda menegaskan.

Harda turut menjamin para investor yang menanamkan modal di Sleman akan mendapatkan pelayanan yang bersih dan transparan tanpa adanya pungutan di luar pajak maupun retribusi resmi.

Menurutnya, investasi yang terus masuk, termasuk pengembangan yang dilakukan Pakuwon, memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sehingga pemerintah daerah berkomitmen menjaga iklim usaha tetap aman dan kondusif.

Ia menambahkan, Pakuwon Mall Jogja menjadi salah satu pusat perbelanjaan favorit yang berpotensi semakin ramai seiring meningkatnya konektivitas jalan menuju kawasan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article