Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Libur Lebaran, RSUD Bantul Tak Layani Cuci Darah untuk Pemudik
Ilustrasi pasien menjalani cuci darah (unsplash.com/Olga Kononenko)
  • RSUD Panembahan Senopati Bantul menutup layanan cuci darah bagi pemudik selama libur Lebaran 2026 dan tidak melayani pasien hemodialisis dari luar daerah.
  • Layanan hemodialisis libur pada 20 Maret 2026, sementara IGD dan PONEK tetap buka 24 jam selama masa cuti Lebaran untuk menangani kasus darurat.
  • Pasien luar daerah yang mengalami kondisi darurat tetap bisa mendapatkan perawatan di RSUD Bantul dengan biaya ditanggung BPJS Kesehatan secara nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul memastikan tidak melayani pasien cuci darah atau hemodialisis bagi pemudik selama cuti dan libur Lebaran 2026. Selain itu, layanan cuci darah juga akan ditutup pada 20 Maret 2026.

Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dr. Atthobari, mengatakan pasien hemodialisis dari luar daerah atau HD traveling tidak dilayani. Hal ini karena pasien hemodialisis dari Bantul yang merupakan pasien rutin maupun yang masih menunggu antrean masih cukup banyak.

"Pasien HD dari Bantul yang kita prioritaskan sehingga pasien HD Traveling jika ingin melakukan cuci darah dipersilahkan untuk mencari fasilitas lainnya atau mempersiapkan terlebih dahulu (tempat untuk cuci darah) sebelum bepergian luar kota," katanya, Rabu (11/3/2026).

1. ‎Layanan HD hanya libur pada 20 Maret 2026

Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, dr. Atthobari . (IDN Times/Daruwaskita)

Atthobari, mengatakan pasien yang memiliki jadwal cuci darah pada 20 Maret 2026 akan dilayani pada 21–22 Maret 2026 karena layanan hemodialisis libur pada tanggal tersebut.

"Jadi libur dan cuti Lebaran itu terhitung tanggal 19-23 Maret 2026 atau selama lima hari. Pada tanggal 20/3/2026 khusus layanan HD tutup," ungkapnya.

Atthobari menyebut jumlah pasien cuci darah terus meningkat setiap tahun. Sementara RSUD Panembahan Senopati Bantul hanya memiliki 150 alat cuci darah sehingga dalam sehari baru bisa melayani sekitar 140–150 pasien dalam tiga shift.

"Itu baru pasien yang rutin cuci darah seminggu sekali atau seminggu dua kali dan masih ada pasien yang belum mendapatkan yang harus kita tangani," tuturnya.

2. ‎Layanan IGD dan PONEK tetap buka 24 jam

ilustrasi IGD Rumah Sakit (pexels.com/Pixabay)

dr. Atthobari atau yang akrab disapa Gus Atok mengatakan selama libur dan cuti Lebaran layanan poliklinik dan rehabilitasi medik juga tutup. Namun layanan kedaruratan seperti persalinan (PONEK) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi selama 24 jam.

"Kita siagakan tim PONEK dan IGD selama 24 jam," tandasnya.

3. ‎Kondisi darurat pasien luar daerah masih tercover BPJS Kesehatan

ilustrasi BPJS Kesehatan (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Lebih lanjut, Gus Atok mengatakan pemudik yang mengalami kondisi darurat dan dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul tetap dapat memperoleh layanan kesehatan. Biaya pengobatan dapat ditanggung melalui BPJS Kesehatan yang berlaku secara nasional.

"Dalam kondisi darurat maka pasien luar daerah tetap bisa menggunakan BPJS Kesehatan," tandasnya.

Editorial Team