Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Kirmanto Jaga Harapan Keluarga, jadi Analis Pangan Perusahaan Dunia
Kirmanto, lulusan UNU Yogyakarta yang kini menjadi analis pangan perusahaan global. (Dok. UNU Yogyakarta)
  • Kirmanto, anak petani asal Pemalang dan satu-satunya sarjana di keluarganya, berhasil meraih gelar cumlaude dari UNU Yogyakarta berkat beasiswa penuh KIP Kuliah.
  • Setelah lulus, ia diterima di tiga perusahaan besar dan memilih bekerja sebagai fresh milk analyst di PT Nestlé Indonesia, menerapkan ilmu Teknologi Hasil Pertanian yang dipelajarinya.
  • Kinerja disiplin dan inisiatif Kirmanto diapresiasi manajemen Nestlé, sejalan dengan visi UNU Yogyakarta yang menyiapkan mahasiswa agar siap profesional sejak awal perkuliahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Sebagai satu-satunya sarjana dari delapan bersaudara, Kirmanto memikul harapan keluarga untuk meningkatkan taraf hidup orang tuanya. Berkuliah di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menjadi jalan pembuka bagi pemuda asal keluarga petani di Pemalang tersebut untuk menapaki karier profesional di perusahaan multinasional.

Kirmanto masih mengingat momen bahagia saat diwisuda sebagai lulusan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) UNU Yogyakarta pada Desember 2024 dengan predikat cumlaude dan IPK 3,83. Kebahagiaan itu semakin lengkap ketika dua bulan setelahnya, tepatnya Februari 2025, ia resmi diterima bekerja di perusahaan besar.

Tak main-main, Kirmanto berhasil lolos seleksi di industri pangan global PT Nestlé Indonesia. Ia ditempatkan di Bandaraya Factory, Batang, Jawa Tengah, sebagai fresh milk analyst yang bertugas memeriksa kualitas serta kandungan nutrisi produk susu.

"Saya senang karena ini hasil perjuangan saya selama ini. Tapi yang lebih senang lagi adalah orang tua yang sudah sepuh (tua). Saya satu-satunya sarjana dari 8 bersaudara dan sekarang bekerja di Nestlé yang lokasinya dekat dengan rumah orang tua. Jadi kalau libur saya bisa pulang," tutur Kirmanto, Jumat (8/5/2026).

1. Satu-satunya di keluarga yang lanjut perguruan tinggi

Pria kelahiran Pemalang, 20 Juni 2000 itu merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara. Ia tumbuh besar di Desa Belik, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dan hanya mengenyam pendidikan hingga sekolah dasar. Di antara seluruh saudaranya, hanya Kirmanto yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sejak kecil, ia memiliki cita-cita besar menjadi Menteri Pertanian atau setidaknya pengusaha sukses di bidang pertanian.

Usai lulus dari SMAN 1 Belik, Kirmanto mencoba peruntungan melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang saat itu dipusatkan di Purwokerto. Baginya, kuliah di perguruan tinggi negeri dianggap lebih terjangkau dan tidak terlalu membebani kondisi ekonomi keluarga. Namun, perjuangannya belum berhasil karena ia dinyatakan tidak lolos seleksi.

Tidak menyerah, Kirmanto memutuskan mencoba kembali pada tahun berikutnya. Ia mempersiapkan diri lebih matang, tetapi awal 2020 pandemi Covid-19 melanda. Pembatasan mobilitas membuat rencananya kembali terhambat.

"Waktu itu Bapak melarang saya pergi-pergi karena masih Covid-19. Jadi saya tidak bisa ikut seleksi PTN," kenang Kirmanto.

Harapan baru muncul ketika seorang teman memberi informasi bahwa UNU Yogyakarta membuka penerimaan mahasiswa baru dengan beasiswa penuh. Peluang itu langsung dimanfaatkan Kirmanto karena ia melihat peluang untuk tetap kuliah tanpa terkendala biaya, terlebih proses pendaftaran dilakukan secara daring.

"Saya mendaftar, melengkapi semua persyaratan, dan mendapat beasiswa full 100 persen selama kuliah dari UNU Yogyakarta dengan skema Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, termasuk uang saku Rp700 ribu per bulan," paparnya.

2. Diterima di tiga korporasi ternama

Kirmanto, lulusan UNU Yogyakarta yang kini menjadi analis pangan perusahaan global. (Dok. UNU Yogyakarta)

Meski memperoleh beasiswa penuh, Kirmanto tetap berusaha mandiri secara finansial. Selama kuliah, ia aktif menjadi relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Yogyakarta. Di sana, ia bertugas menerima laporan kecelakaan maupun bencana dari posko PMI. Dalam kondisi tertentu, ia juga turun langsung ke lapangan. Dari pekerjaan paruh waktu tersebut, ia memperoleh honor tambahan.

"Kadang kalau kondisinya benar-benar genting, saya juga harus ke lapangan," ujarnya.

Di UNU Yogyakarta, Kirmanto memilih Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Industri Halal. Karena masih berada di masa pandemi, perkuliahan awal dilakukan secara daring. Ia baru mengikuti kegiatan langsung di kampus pada semester tiga dan empat untuk menjalani praktikum. Meski demikian, studinya berjalan lancar hingga selesai dalam delapan semester.

Menurut Kirmanto, UNU Yogyakarta tidak hanya memberikan bekal akademik, tetapi juga keterampilan praktis untuk menghadapi dunia kerja. Pengalaman itu sangat terasa ketika ia mulai melamar ke berbagai perusahaan setelah lulus.

"Sebelum wisuda, kami didampingi oleh Direktorat Employability untuk coaching seperti membuat CV, menghadapi wawancara kerja, dan menyiapkan portofolio di media sosial. Sewaktu wawancara dengan user, saya mampu menjelaskan analisis susu seperti yang pernah saya lakukan di kuliah mikrobiologi di UNU Yogyakarta. Semua ini membantu saya menembus seleksi di PT Nestlé Indonesia," paparnya.

Dari sejumlah lamaran yang dikirim ke berbagai perusahaan besar, Kirmanto mengaku diterima di tiga korporasi ternama. Namun, ia akhirnya memilih PT Nestlé Indonesia karena perusahaan tersebut memiliki fasilitas pengolahan pangan modern sekaligus menjalin kemitraan dengan UNU Yogyakarta.

Kini, selama bekerja di PT Nestlé Indonesia, Kirmanto berupaya menerapkan seluruh ilmu dan keterampilan yang diperolehnya selama kuliah. Ia juga terus menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia industri pangan yang dinamis.

Selain fokus berkarier, Kirmanto ingin tetap dekat dengan kedua orang tuanya. Setiap hari libur, ia selalu menyempatkan diri pulang dari Batang ke rumah keluarganya di Pemalang.

"Sebab sekarang bapak ibu sudah berusia 70-an tahun dan tidak bekerja. Jadi hasil dari bekerja ini saya tabung dan saya transfer untuk keluarga. Harapannya ke depan bisa memberangkatkan orang tua umrah," kata Kirmanto dengan suara bergetar.

3. Paham efisiensi dan kualitas produksi, disiplin, penuh inisiatif

Kemampuan profesional Kirmanto mendapat apresiasi dari Norman Tri Handono, Factory Manager Nestlé Bandaraya Factory. Ia menilai mahasiswa UNU Yogyakarta memiliki dasar pengetahuan yang baik mengenai keamanan pangan, teknologi pengolahan, serta standar kualitas industri pangan.

"Mereka juga mampu bekerja dalam tim, memahami efisiensi dan kualitas produksi, memiliki karakter disiplin, penuh inisiatif, serta mampu untuk terus belajar dan punya kemauan menyerap nilai-nilai kerja di PT Nestlé Indonesia. Dengan karakter santun dan mencerminkan nilai keislaman, kami percaya lulusan UNU Yogyakarta akan dicari oleh banyak industri," ujar Norman.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pendanaan Kreatif UNU Yogyakarta, Ian Agisti Dewi Rani, menjelaskan bahwa mahasiswa UNU Yogyakarta memang dipersiapkan sejak awal agar siap memasuki dunia profesional.

"Fakultas dan prodi di UNU Yogyakarta mungkin sama namanya dengan fakultas dan prodi di kampus lain, tetapi pendekatan kami berbeda. Diferensiasi kami jelas. Sejak semester satu, mahasiswa UNU Yogyakarta sudah dipersiapkan menjadi professional, bahkan sejak awal sudah diarahkan punya pengalaman kerja," tuturnya.

Selain menjalani perkuliahan, mahasiswa juga dibekali berbagai pelatihan untuk memperkuat kemampuan nonakademik. UNU Yogyakarta melalui Direktorat Employability dan program Student Journey mendampingi mahasiswa dalam memetakan minat, bakat, dan arah karier, sekaligus menjembatani mereka dengan dunia industri untuk memperoleh kesempatan magang.

"Jadi ketika mereka lulus mahasiswa UNU Yogyakarta bukan sekadar lulus dan mampu menyelesaikan tugas-tugas akademik, tetapi juga mampu melaksanakan tugas-tugas profesionalnya," tandas Ian.

Editorial Team