ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Aditya Pratama)
Pembajun menjelaskan, berdasar data yang dihimpun dari kabupaten/kota di DIY pada 2023, kanker payudara ditemukan 1.690 kasus, kemudian kanker paru 640, kanker kolateral 635, dan kanker servik 454 kasus. Sementara selama 2024 ditemukan kasus kanker payudara sebanyak 597 kasus, kanker paru 289, kanker servik 141, dan kanker kolorektal 120.
“Kanker payudara masih menjadi yang terbesar kasusnya di DIY, dan penyebabnya relatif sama dengan penyebab kanker lainnya. Ditambah satu lagi tidak menyusui bayinya meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara,” ungkap Pembajun.
Pembajun mengungkapkan beberapa hal yang dicurigai menyebabkan kanker, pertama pola hidup yang tidak sehat, seperti diet yang tidak sehat, konsumsi alkohol, merokok dan aktivitas fisik kurang. Selain itu, genetik juga memberikan risiko lebih besar, sehingga ketika punya genetik, maka risiko mengidap kanker lebih berisiko dibandingkan yang tidak punya genetik. “Lingkungan dengan polusi yang tidak aman juga menjadi risiko,” ucap Pembajun.