Jurnalis Tempo, Shinta Maharani. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Sementara itu pemateri dari unsur media, Shinta Maharani membagikan pengalaman ketika meliputi transpuan maupun ODHIV. Ia juga menyebut bahwa media memiliki peran penting dalam kedua isu tersebut, salah satunya untuk melawan mitos dan informasi
Diakhir pemaparannya, Shinta juga membagikan sejumlah tips peliputan ODHIV maupun transpuan. “Hindari bahwa menulis HIV itu adalah vonis kematian bagi ODHIV. ODHIV punya harapan hidup yang sama dengan orang lain yang tidak terinfeksi, kalau dia rajin minum AR dan dengan terapi yang baik,” ujar Jurnalis Tempo itu.
Shinta juga mengingatkan untuk menghindari menulis kelompok minoritas itu terinfeksi HIV. Dia mengatakan kelompok heteroseksual pun bisa terinfeksi HIV & AIDS. “Hindari memasukkan HIV & AIDS dalam cerita yang tidak relevan. Hindari mengungkap status HIV & AIDS seseorang tanpa persetujuan,” jelas Shinta.
Selain itu juga bekal informasi HIV & AIDS menjadi bagian penting. Menggunakan rujukan yang tepat dalam penulisan berita. Membangun komunikasi dan jejaring dinilai Shinta juga menjadi bagian penting. “Itu akan menjebol prasangka, dan membuat berita lebih clear, lebih berprespektif kemanusiaan, lebih dengan persprektif benar, bagaimana menempatkan ODHIV. Supaya misinformasi tidak terjadi,” tutup Shinta.