Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dukung Daya Saing Global, IKAPMII DIY Kerja Sama dengan Kampung Inggris Jogja
PW IKAPMII DIY menandatangani MoU dengan Kampung Inggris Jogja. (Dok. PW IKAPMII DIY)
  • PW IKAPMII DIY menandatangani MoU dengan Kampung Inggris Jogja untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris kader dan alumni menghadapi tantangan global.
  • Para tokoh menilai kemampuan bahasa Inggris menjadi kunci membuka peluang beasiswa, bisnis, dan peran strategis kader PMII di tingkat nasional maupun global.
  • Kampung Inggris Jogja berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas kader PMII melalui program berkelanjutan seperti komunitas English for Activist.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKAPMII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kampung Inggris Jogja (KIJ). Kerja sama ini menjadi langkah IKAPMII DIY dalam meningkatkan kompetensi kader dan alumni menghadapi tantangan global.

Acara tersebut dihadiri sekitar 200 peserta di Ruang Teatrikal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga, Kamis (7/5/2026) lalu.

1. Gerakan inovasi sosial

PW IKAPMII DIY menandatangani MoU dengan Kampung Inggris Jogja. (Dok. PW IKAPMII DIY)

Ketua Umum PW IKA PMII Daerah Istimewa Yogyakarta, Aan Marom, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari gerakan inovasi sosial yang dibangun IKAPMII untuk meningkatkan employability skills kader dan alumni. Upaya itu dilakukan guna mempersiapkan mereka menghadapi peluang beasiswa, bisnis, hingga kebutuhan dunia industri pada masa mendatang.

“Kami ingin kader dan alumni PMII tidak hanya dikenal sebagai aktivis jalanan, tapi intelektual yang mumpuni memiliki kompetensi dan skill yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Aan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kampung Inggris Jogja (KIJ). Aan menegaskan penguasaan teknologi dan bahasa asing perlu menjadi bagian dari gaya hidup kader PMII agar mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, bisnis kreatif, dan jaringan industri global.

2. Akses penting untuk membuka peluang

PW IKAPMII DIY menandatangani MoU dengan Kampung Inggris Jogja. (Dok. PW IKAPMII DIY)

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Abdur Rozaki, menilai kemampuan bahasa Inggris kini menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda, termasuk kader PMII. “Kader-kader PMII harus mampu hadir dan urun rembuk dalam struktur kekuasaan di republik ini, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Abdur Rozaki.

Ia berharap PMII dapat melahirkan lebih banyak doktor muda yang berkiprah di berbagai sektor. “Semoga ke depan PMII lebih banyak lagi melahirkan doktor-doktor muda seperti Mas Aan ini dan berdiaspora dalam berbagai struktur kekuasaan sembari berpihak kepada kaum mustad’afin,” lanjutnya.

Senada dengan itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari DIY sekaligus anggota Majelis Kehormatan IKAPMII DIY, Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy, menilai kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu akses penting untuk membuka berbagai peluang yang sebelumnya sulit dijangkau kader PMII maupun Nahdlatul Ulama (NU).

“Melalui beasiswa kader ini, semoga menjadi wasilah/jalan bagi kader-kader PMII maupun NU dalam menyongsong Indonesia Emas. Jangan sampai target Indonesia Emas tercapai, tetapi orang-orang NU malah tergulung tidak ikut di dalamnya,” kata Gus Hilmy.

3. Berharap lahirkan kolaborasi berkelanjutan

PW IKAPMII DIY menandatangani MoU dengan Kampung Inggris Jogja. (Dok. PW IKAPMII DIY)

CEO Kampung Inggris Jogja, Abdul Hamid, menyambut positif kerja sama tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung peningkatan kemampuan bahasa Inggris kader maupun alumni PMII. “Kampung Inggris Jogja menyambut baik untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya kader PMII di D.I. Yogyakarta,” ujarnya.

Di sela asesmen peserta yang dilakukan tim mentor KIJ, Direktur Kampung Inggris Jogja, Nurul Huda, berharap kolaborasi kedua lembaga dapat melahirkan program berkelanjutan, salah satunya komunitas English for Activist.

Editorial Team