Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Suasana Haru Warnai Wisuda UAD, Orangtua Gantikan Anak yang Tiada

Suasana Haru Warnai Wisuda UAD, Orangtua Gantikan Anak yang Tiada
Orang tua almarhum Muhammad Tyas Pamudji mewakili prosesi wisuda di JEC, Sabtu (9/5/2026). (Dok. Istimewa)
Intinya Sih

  • Prosesi wisuda UAD periode Mei 2026 diwarnai suasana haru saat Muhammad Tyas Pamudji, mahasiswa BK yang telah meninggal dunia, diwisuda secara anumerta dan ijazahnya diterima oleh orang tuanya.
  • Muhammad Tyas dikenal aktif berorganisasi, berprestasi akademik tinggi, mengikuti program fast track S1-S2, serta memiliki kepedulian besar terhadap anak berkebutuhan khusus melalui karya dan dedikasinya di bidang konseling.
  • UAD mewisuda total 1.096 mahasiswa dari berbagai jenjang dengan ratusan meraih predikat cumlaude; Rektor Prof. Muchlas menegaskan pentingnya ketekunan dan doa dalam mencapai keberhasilan akademik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yogyakarta, IDN Times – Suasana haru menyelimuti prosesi Wisuda Sarjana dan Magister Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode Mei 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (9/5/2026). Salah satu wisudawan Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, Muhammad Tyas Pamudji, diwisuda secara anumerta setelah meninggal dunia saat menempuh pendidikan.

Prosesi penerimaan ijazah almarhum diwakili kedua orangtuanya yang hadir di tengah ribuan wisudawan lainnya. Kehadiran mereka menjadi momen penuh emosional bagi sivitas akademika UAD, khususnya keluarga besar Prodi BK.

Sekretaris Program Studi BK FKIP UAD, Muya Barida, mengenang Muhammad Tyas sebagai sosok mahasiswa yang ceria, ramah, dan dekat dengan para dosen maupun teman-temannya. “Anaknya itu asyik, humble, menyenangkan, tulus, dan selalu ceria. Dia juga humoris. Kalau ketemu dosen itu akrab, sering ngajak bercanda juga,” kenang Muya.

1. Sosok yang aktif dan memiliki semangat belajar tinggi

DINO0375.JPG
Orang tua almarhum Muhammad Tyas Pamudji mewakili prosesi wisuda di JEC, Sabtu (9/5/2026). (Dok. Istimewa)

Menurutnya, Muhammad Tyas dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan, termasuk Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) BK. Ia kerap terlibat kepanitiaan berbagai kegiatan kampus. “Dia semangat sekali kalau ada event kampus. Prestasinya juga bagus dan semangat belajarnya tinggi,” katanya.

Muya menjelaskan, sebelum meninggal dunia Tyas tengah menjalani program fast track yang memungkinkan mahasiswa tingkat akhir S1 melanjutkan studi ke jenjang S2 lebih awal. “Dia sedang proses S2 juga. Di kami ada program fast track dan dia lolos karena memang kemampuan akademiknya baik,” ungkapnya.

Namun di tengah aktivitas akademiknya, kondisi kesehatan Tyas mulai menurun. Berdasar informasi yang diterima pihak kampus dari keluarga, almarhum memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik sejak kecil.“Beberapa kali dia mengeluh soal lambung. Secara fisik memang anaknya mudah capek dan sakit,” jelas Muya.

2. Peduli terhadap anak berkebutuhan khusus

DINO0380.JPG
Orang tua almarhum Muhammad Tyas Pamudji mewakili prosesi wisuda di JEC, Sabtu (9/5/2026). (Dok. Istimewa)

Dalam beberapa pekan terakhir sebelum meninggal, Tyas juga disebut kerap sakit dan beberapa kali tidak mengikuti perkuliahan karena diduga tipes.

“Waktu itu lambungnya kambuh. Ditambah pola makannya kurang teratur dan sering minum kopi. Dari cerita ibunya, saat ditelepon malam hari dia sering masih di coffeeshop dekat kampus,” katanya.

Muhammad Tyas meninggal dunia saat masa libur beberapa waktu lalu. Ia berasal dari Jakarta, tapi selama kuliah tinggal bersama neneknya di Purworejo. Di mata dosen, Muhammad Tyas juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap dunia konseling anak berkebutuhan khusus (ABK). Ketertarikannya itu terlihat saat mengikuti mata kuliah terkait ABK. “Dia benar-benar semangat mempelajari anak berkebutuhan khusus. Sampai rela tidak tidur untuk mengembangkan media pembelajaran untuk ABK,” tutur Muya.

Bagi keluarga besar BK UAD, sosok Muhammad Tyas menjadi kenangan tentang mahasiswa yang penuh semangat, aktif, dan tulus dalam belajar maupun berorganisasi. Wisuda anumerta itu pun menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan akademik yang telah ditempuhnya hingga akhir hayat.

3. Seribu lebih mahasiswa diwisuda

WhatsApp Image 2026-05-09 at 12.36.37.jpeg
Prosesi wisuda UAD di JEC, Sabtu (9/5/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

UAD hari ini mewisuda 1.096 mahasiswa, terdiri wisudawan S1 sebanyak 924, D4 berjumlah 11 orang. Sedangkan wisuda untuk S2 diikuti 157 orang, dan S3 terdapat 4 orang. Mahasiswa yang mendapat predikat cumlaude untuk S1 sebanyak 654 orang, D4 ada 6 orang, S2 126, dan S3 berjumlah 4 orang.

Rektor UAD, Prof. Muchlas dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya kepada para wisudawan. “Perjalanan menempuh pendidikan tinggi tidak mudah, ada perjuangan, pengorbanan, kerja keras, dan kegagalan bertubi-tubi. Ketekunan disiplin dan doa mengantarkan saudara mencapai tonggak penting dalam kehidupan ini,” ujar Prof. Muchlas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More