Mereka juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, antara lain penurunan harga pakan, harga telur yang adil dan berkelanjutan, perbaikan tata niaga bahan baku, serta jaminan ketersediaan jagung dengan harga wajar sesuai HAP pemerintah.
Peternak juga meminta pemerintah memperhatikan tingginya populasi ayam akibat impor grand parent (GP). Menurut Andry, pengendalian populasi diperlukan agar pasokan tidak berlebihan dan harga telur lebih stabil.
"Untuk menstabilkan harga telur, populasi perlu dikendalikan," imbuhnya.
Selain itu, peternak mendesak pemerintah memperkuat kelembagaan sektor peternakan dan meningkatkan perhatian terhadap peternak rakyat. "Kami minta pemerintah dan wakil rakyat melihat ada persoalan serius di sektor peternakan rakyat," tandasnya.
Aksi tersebut turut mendapat sambutan dari masyarakat. Tak sedikit warga yang mendapatkan lebih dari satu ekor ayam.
Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo mengatakan 167 personel dikerahkan untuk mengamankan aksi peternak dari seluruh DIY.
Pengamanan dilakukan agar penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Ia menyebut aksi para peternak berlangsung secara kondusif.