Harapan Pekerja Lintas Profesi di Sleman kepada Bupati Baru

- Puluhan pekerja lintas profesi di Sleman menaruh asa tinggi kepada pemerintahan kepala daerah terpilih melalui Pilkada 2024
- Fasilitasi destinasi wisata dan pengendalian harga bahan baku dagang menjadi harapan utama para pekerja di bidang pariwisata
- Para pedagang juga berharap peningkatan fasilitas, kemudahan mendapatkan bahan baku murah, dan penataan pasar yang tetap ramai
Sleman, IDN Times - Puluhan pekerja lintas profesi di Sleman yang mengatasnamakan diri mereka sebagai Paguyuban Wong Cilik Sleman menaruh asa tinggi kepada pemerintahan kepala daerah yang terpilih melalui Pilkada 2024.
Fasilitasi destinasi wisata secara optimal hingga pengendalian harga bahan baku dagang yang selama ini diklaim belum dirasakan menjadi beberapa aspek yang didambakan.
1. Curhatan para pengemudi jip wisata

Waluyo, pengemudi sekaligus penyedia jasa Jip Lava Tour berharap pemerintahan Kabupaten Sleman memerhatikan ia dan para rekan-rekan seprofesinya yang kesulitan mendapatkan BBM untuk operasional jip wisata. Pihaknya ingin ada kemudahan ke depannya.
Bukan cuma soal bahan bakar, Waluyo juga berharap peningkatan fasilitas sebagai optimalisasi pengembangan pariwisata. Sebagai contoh, menambah luasan lapangan parkir.
"Karena wisatawan yang datang (ke wisata lereng Merapi) itu dari berbagai daerah, kalau fasilitasnya untuk wisatawan itu ditambah tentu akan semakin nyaman," harap Waluyo ditemui di Cangkringan, Sleman, Rabu (30/10/2024) petang.
2. Terobosan program wisata, harga bahan baku jangan meroket terus

Waluyo juga berharap ada terobosan dari pemerintah kepala daerah terpilih yang mengantisipasi musim sepi wisatawan. "Biasanya Oktober sampai November, ya semoga bisa diagendakan acara atau program-program yang mendatangkan pelancong," kata dia.
Selain Waluyo, ada sosok Esti Wulandari yang saban harinya berdagang angkringan di Pendowoharjo. Dia mengeluhkan sulitnya mencapai kesejahteraan salah satunya karena bahan baku jualannya terus naik harganya.
Esti tentu memilih tak menaikkan harga ketimbang semua pelanggannya lari. Omzet yang ia kantongi secara harian makin ke sini makin tipis.
"Keuntungannya sangat mepet," keluhnya.
Sebagai pedagang, tentu ia sangat ingin mendapatkan bahan baku yang murah namun hasil produk makanannya bisa laku terjual.
3. Pasar ditata tapi tanpa usik pengunjung

Sementara Subardi, salah seorang pedagang Pasar Pakem, menyampaikan harapan menyangkut upaya penataan pasar oleh pemerintah kabupaten agar lebih nyaman untuk berdagang dan dikunjungi.
Dia meminta pasar ditata atau bahkan dikonsep ulang tapi tanpa harus 'mengurangi keramaian' dari pengunjung. "Kalau saya sih, (harapan ke pemerintahan) bagaimana agar pasar tradisional ini tetap ramai," katanya.


















