Cuaca Ekstrem Telan Korban, Ini Imbauan BPBD Bantul

- Cuaca ekstrem di Bantul menelan korban jiwa akibat angin kencang dan reruntuhan rumah pada Sabtu (2/11/2024).
- Masyarakat diminta membersihkan drainase, menebang pohon tua, dan tidak membuang sampah sembarangan di sungai untuk mengantisipasi banjir.
- FPRB diminta untuk memeriksa kesiapan sarana penanganan bencana, mengaktifkan kembali posko-posko bencana, dan memberikan edukasi terkait potensi bencana hidrometeorologi.
Bantul, IDN Times - Cuaca ekstrem di Bantul menelan korban jiwa. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya harus dilarikan ke rumah sakit akibat tertimpa reruntuhan rumah yang roboh diterjang angin kencang pada Sabtu (2/11/2024).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Agus Yuli Herwanta, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada menghadapi masa pancaroba dan potensi bencana hidrometeorologi. Salah satu langkah yang disarankan adalah membersihkan drainase untuk mencegah genangan air dan banjir.
"Masyarakat dapat melakukan gotong royong untuk membersihkan sampah yang ada di drainase yang ada di lingkungan masyarakat," ujarnya, Selasa (6/11/2024).
1. Menebang pohon yang sudah tua dan lapuk

Agus juga mengingatkan masyarakat yang memiliki pohon tua dan lapuk untuk segera menebangnya dan mengganti dengan pohon baru guna mencegah pohon tumbang saat hujan lebat disertai angin kencang.
"Demikian pula masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di sungai agar tidak menyebabkan banjir," ucapnya.
2. FPRB diminta inventarisasi sarana dan prasarana penanganan bencana

Agus menjelaskan, pihaknya juga meminta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di semua kalurahan untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana penanganan bencana.
"Alat sensor dan alat lainnya yang biasa untuk penanganan bencana dipastikan dalam kondisi baik," tuturnya. "Atap rumah dari seng atau bahan yang ringan juga dicek kembali agar ketika angin kencang datang tidak mudah kabur atau terbang."
3. Pengaktifan kembali posko-posko FPRB

Sementara itu Ketua FPRB Bantul, Waljito mengungkapkan bahwa untuk menghadapi musim pancaroba dan potensi bencana hidrometeorologi, pihaknya telah menginstruksikan seluruh FPRB di Bantul untuk mengaktifkan kembali posko-posko bencana dan menginventarisasi sarana prasarana penanganan bencana.
Ia juga mendorong agar setiap padukuhan membentuk FPRB tingkat lokal dan memberikan edukasi terkait potensi bencana di masing-masing wilayah.
"Mungkin ada pohon yang sudah tua dan rawan roboh lebih baik ditebang atau dikurangi dahannya agar tidak mudah roboh ketika hujan lebat disertai angin kencang," katanya.

















