Yogyakarta, IDN Times - Panas yang melanda Indonesia menjadi ancaman seriu. Meski kenaikan suhu rata-rata di Indonesia hanya sekitar 0,5 derajat Celsius dan tampak kecil, dampaknya terhadap tubuh manusia terasa signifikan. Kondisi iklim tropis yang lembap, ditambah peningkatan suhu akibat perubahan iklim, meningkatkan risiko terjadinya heat stress (serangan stres) yang dapat berujung pada heat stroke atau serangan panas.
Dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FKKMK UGM, Aditya Lia Ramadona, Ph.D., menjelaskan heat stroke merupakan bentuk gangguan kesehatan paling berat akibat paparan panas. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tak mampu mengendalikan suhu sehingga mengganggu fungsi organ maupun otak.
Gejalanya meliputi suhu tubuh yang sangat tinggi, kebingungan, bicara pelo, kejang, hingga kehilangan kesadaran. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berujung pada kematian. “Secara sederhana, ini terjadi ketika tubuh gagal mengendalikan suhu. Intinya, suhu tubuh naik cepat, mekanisme pendinginan seperti berkeringat tidak lagi efektif, lalu terjadi gangguan fungsi organ dan otak,” kata Ramadona, Sabtu (11/7/2026).
