Yogyakarta, IDN Times - Pemerintah Kota Yogyakarta meningkatkan pengawasan dan pemantauan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), hingga pasar rakyat untuk meminimalkan penyebaranan antraks.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti menyatakan berdasarkan hasil pantauan tidak ditemukan kasus antraks di Kota Yogyakarta. Lalu lintas keluar masuk hewan ternak dan daging juga dipantau sesuai prosedur.
''Setelah ada informasi satu kasus kematian dan beberapa suspek antraks dua kabupaten di DIY, kami melakukan peningkatan dan kewaspadaan antraks pada hewan ternak yang ada di Kota Yogyakarta. Kalau gejala pada hewan memang lebih bisa dikenali oleh petugas, tapi dari sisi konsumen harus waspada tekait kondisi daging yang akan dibeli ataupun konsumsi," jelasnya Kamis (14/3/2024).
