Sleman, IDN Times — Wacana parliamentary threshold (PT) 4 persen menjadi perhatian sejumlah organisasi kepemudaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka menilai ambang batas parlemen angkanya perlu diturunkan agar semakin banyak suara masyarakat, khususnya anak muda, terwakili di DPR RI.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi bertajuk “Parliamentary Threshold 4%: Instrumen untuk Menjaga Demokrasi atau Penghalang Suara Anak Muda?” yang digelar di Bakmi Jawa House of Kanoman, Gamping, Minggu (23/8/2026). Diskusi yang melibatkan perwakilan PPP Muda Nasional, Pengurus Besar HMI MPO, dan Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) DIY tersebut menyepakati parliamentary threshold tetap dipertahankan. Namun, muncul opsi untuk menurunkan ambang batas menjadi 2 persen yang dinilai lebih adil bagi pemilih muda menjelang Pemilu 2029.
