Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ada 176 Kali Tanah Longsor di Kulon Progo pada 2024, Ini Penyebabnya

Ada 176 Kali Tanah Longsor di Kulon Progo pada 2024, Ini Penyebabnya
Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Riyanto)
Intinya Sih
  • Kabupaten Kulon Progo mencatat 176 kejadian tanah longsor sepanjang 2024, menjadikannya wilayah paling rawan di DIY.
  • Kulon Progo telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi sejak Oktober 2024.
  • BPBD DIY mencatat 262 kejadian cuaca ekstrem dan 27 kejadian banjir selama 2024, memperpanjang status siaga darurat hingga Februari 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yogyakarta, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo mencatat sepanjang 2024 ada sebanyak 176 kali kejadian tanah longsor di kabupaten tersebut. Dengan jumlah itu menjadikan Kabupaten Kulon Progo menjadi wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang paling rawan kejadian tanah longsor selama 2024. 

1. Status tanggap darurat bencana hidrometeorologi ditetapkan sejak Oktober 2024

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad menuturkan, 176 kejadian itu cukup intens apabila dibandingkan empat kabupaten/kota lainnya di DIY. Maka dari itu pula, kata Noviar, Kulon Progo telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi sejak Oktober 2024 kemarin.

"Kabupaten lain masih siaga darurat," kata Noviar, Rabu (8/1/2025).

2. Tak ada korban jiwa di kejadian tanah longsor

Ilustrasi Tanah longsor di Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo. (Dok. BPBD Kulon Progo)
Ilustrasi Tanah longsor di Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo. (Dok. BPBD Kulon Progo)

Noviar menambahkan 176 kejadian tanah longsor di Kulon Progo ini cukup tinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, semisal Gunungkidul 117 kejadian, Sleman 37 kejadian, Bantul 29, dan Yogyakarta 18 kejadian.

"Kulon Progo memang paling rawan," ujar dia.

Noviar melanjutkan tingginya curah hujan dan kondisi geografis wilayah yang banyak perbukitan menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya kasus longsor di Kulon Progo.

Namun demikian, Noviar memastikan tak ada korban jiwa dari total 377 kejadian tanah longsor di seluruh wilayah DIY.

3. Longsor sebabkan kerusakan infrastruktur

Perbatasan Kabupaten Bantul dan Kulon Progo. (IDN Times/Paulus Risang)
Perbatasan Kabupaten Bantul dan Kulon Progo. (IDN Times/Paulus Risang)

Menurut Noviar, beberapa kali kejadian tanah longsor di DIY menimbulkan dampak kerugian material seperti kerusakan rumah hingga infrastruktur jalan.

Noviar menjelaskan sebagai upaya penanganan BPBD telah menyalurkan berbagai bantuan, seperti beronjong, terpal, selimut, dan bantuan makanan.

BPBD DIY juga tak menutup mata akan potensi bencana hidrometeorologi lainnya. Sepanjang 2024 kemarin, mereka mencatat 262 kejadian cuaca ekstrem dan 27 kejadian banjir.

Pemda DIY sebelumnya memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak 3 Januari hingga 3 Februari 2025. Perpanjangan status itu menimbang curah hujan di DIY yang diprediksi masih tinggi hingga Mei 2025 sehingga berpotensi memicu bencana seperti longsor, banjir, dan cuaca ekstrem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More