Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Ribu Keluarga di Gunungkidul Kekurangan Air Bersih

7 Ribu Keluarga di Gunungkidul Kekurangan Air Bersih
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Share Article

Gunungkidul, IDN Times - ‎Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menyebut sebanyak 7 ribu kepala keluarga di 11 kapanewon tahun ini mengalami kekeringan.

1. Siapkan 800 tangki air bersih untuk warga‎

Apel Siaga Darurat Kekeringan di Lapangan Kasatriyan, Gunungkidul, Rabu (30/8/2023).(Dok.Diskominfo Gunungkidul)
Apel Siaga Darurat Kekeringan di Lapangan Kasatriyan, Gunungkidul, Rabu (30/8/2023).(Dok.Diskominfo Gunungkidul)

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono menjelaskan mengantisipasi bencana kekeringan, pihaknya menyiapkan 800 tangki air bersih untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan bantuan.

"Dari 800 tangki air bersih yang kita siapkan, baru terserap kurang lebih setengahnya," katanya di sela-sela acara Apel Siaga Darurat Kekeringan di Lapangan Kasatriyan, Gunungkidul, Rabu (30/8/2023).

2. Persiapan air bersih tahun inidua kali lebih banyak dibanding tahun lalu‎

Apel Siaga Darurat Kekeringan di Lapangan Kasatriyan, Gunungkidul, Rabu (30/8/2023).(Dok.Diskominfo Gunungkidul)
Apel Siaga Darurat Kekeringan di Lapangan Kasatriyan, Gunungkidul, Rabu (30/8/2023).(Dok.Diskominfo Gunungkidul)

Tahun ini pihaknya menyiapkan dua kali lebih banyak air bersih untuk diberikan kepada warga dibandingkan tahun yang lalu.

"Bantuan droping air bersih kepada warga yang membutuhkan, juga dilakukan oleh pihak swasta. Semoga sampai musim kemarau berakhir kebutuhan air bersih warga dapat kita cukupi," ungkapnya.

3. Kecukupan air di Gunungkidul mencapai 89 persen‎

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.(doc.Kominfo Gunungkidul)
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.(doc.Kominfo Gunungkidul)

Sementara Bupati Gunungkidul, Sunaryanta berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana kekeringan. "Yang jelas untuk tahun 2023 ini kecukupan air di Gunungkidul mencapai 89 persen," ucapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Algoritma Ubah Kondisi Komunikasi di Indonesia, Kualitas Informasi Menurun

28 Mei 2026, 22:28 WIBNews