Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemarau hingga Oktober, Ratusan Kelurahan Terancam di DIY Kekeringan

Kemarau hingga Oktober, Ratusan Kelurahan Terancam di DIY Kekeringan
Ilustrasi kekeringan (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut sebanyak 33 kecamatan, terdiri dari ratusan kelurahan di DIY berpotensi mengalami kekeringan.

1. Puluhan kecamatan dan ratusan kelurahan

Ilustrasi sawah mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Ilustrasi sawah mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Menurut data yang Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY, Lilik Andy Aryanto, berdasarkan hasil rapat lintas instansi kabupaten/kota, hari ini, Senin (28/8/2023), terdapat 33 kecamatan se-DIY yang terancam kekeringan. Di Kabupaten Gunungkidul terdapat sebanyak 14 kecamatan berpotensi mengalami krisis air bersih. Ini mencakup 56 kelurahan di dalamnya.

Selanjutnya, Kabupaten Bantul 10 kecamatan, termasuk di dalamnya 23 kelurahan. Kulon Progo 9 kecamatan dengan total kelurahan berpotensi krisis air sebanyak 28 wilayah.

"Ini didasarkan pada daerah yang biasanya langganan kekeringan," jelas Lilik saat dihubungi, Senin (28/8/2023).

2. Belasan kecamatan diberikan bantuan air

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Sementara itu, BPBD DIY memperoleh hasil pendataan untuk wilayah yang dipastikan terdampak kekeringan berdasarkan adanya permohonan bantuan air bersih. Jumlahnya mencapai 16 kecamatan di Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo.

Tercatat, di Gunungkidul ada sebanyak enam kecamatan mengalami krisis air bersih. Ini mencakup 19 kelurahan di dalamnya.

"Untuk yang potensi kekeringan itu 33 kecamatan, sedangkan yang sudah dropping air (terdampak kekeringan) itu sudah 16 kecamatan," imbuh Lilik.

3. Musim kemarau hingga Oktober - November

IDN Times/Istimewa
IDN Times/Istimewa

Lilik menambahkan, sesuai prediksi BMKG situasi musim kemarau ini masih akan berlangsung paling cepat hingga Oktober - November 2023.

"Ada yang Oktober, ada yang November. Maksudnya, mulai di awal November itu baru ada yang musim penghujan. Puncaknya Februari (2024). November itu sudah musim penghujan, tapi belum deras gitu," ungkapnya.

Terpisah, Plt. Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, sejauh ini tiga kabupaten terdampak kekeringan masih bisa menangani situasi di wilayah masing-masing dengan menyalurkan bantuan air bersih.

"Yang sudah mengeluarkan SK Siaga darurat itu Gunungkidul dan Bantul. Dan untuk penanganan bisa dilaksanakan sendiri oleh tiga kabupaten ini," kata Noviar.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Prakiraan Cuaca di Jogja 27 Juni, Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

27 Jun 2026, 11:59 WIBNews