Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Besok PSIM Hadapi Laga Tandang Lawan Bhayangkara, Ini Strategi Van Gastel
Logo PSIM Yogyakarta (psimjogja.id)
  • PSIM Jogja bersiap menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan kondisi tim yang tidak lengkap karena beberapa pemain cedera dan dua bek utama absen akibat akumulasi kartu kuning.
  • Pelatih Jean-Paul Van Gastel menyoroti pentingnya antisipasi bola mati, memberikan latihan khusus untuk memperbaiki kesalahan penjagaan dan meningkatkan rasa tanggung jawab pemain di lapangan.
  • Meski menghadapi tekanan zona degradasi, PSIM tetap fokus pada permainan sendiri dan berupaya tampil maksimal demi mengamankan posisi di BRI Super League musim depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - PSIM Jogja mempersiapkan diri menghadapi laga tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Jumat (17/4/2026).

Pelatih kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, memastikan seluruh anggota tim tetap bekerja keras meski baru melewati hasil yang kurang maksimal.

“Kondisi mereka bagus. Mereka bekerja keras meskipun kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan mendapat sanksi larangan bermain. Jadi persiapannya sedikit lebih rumit, tapi para pemain yang ada di lapangan bekerja keras dan menunjukkan semangat yang baik,” kata Van Gastel, Kamis (16/4/2026).

1. Dua pilar lini belakang absen

Van Gastel menambahkan PSIM kehilangan dua pilar di lini belakang saat melawan Bhayangkara FC. Duo andalan lini belakang Laskar Mataram, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, harus absen akibat akumulasi kartu kuning. “Ya, mereka akan absen," katanya.

Persoalan cedera menjadi tantangan tersendiri bagi Van Gastel dalam meramu komposisi tim terbaik. Selain Anton Fase yang masih dalam masa pemulihan cedera, beberapa nama dipastikan akan absen dalam pertandingan tersebut.

“Rahmatsho dan Abiyoso cedera. Rahmatsho tidak akan bermain, tetapi saya belum tahu untuk Abiyoso. Saya harus berbicara dengan dokter,” jelasnya.

2. PSIM antisipasi bola mati

Pelatih PSIM Yogya, Jean-Paul van Gastel. (IDN Times/Tunggul)

Menurut Van Gastel, fokus utama persiapan tim kali ini tertuju pada evaluasi utama dalam laga terakhir, yakni antisipasi bola mati. Mantan pemain Feyenoord tersebut memberi latihan khusus terkait hal tersebut.

“Kami melakukan penjagaan satu lawan satu. Jadi itulah yang saya katakan. Itu salah satu masalah kami, yaitu kurangnya rasa urgensi, terlalu santai, dan menjaga lawan tanpa rasa tanggung jawab. Jadi saya merindukan kegigihan dalam banyak aspek permainan kami,” katanya.

3. PSIM fokus tanpilkan yang terbaik

Pemain Semen Padang FC, Frise menggiring bola saat menghadapi PSIM Yogyakarta (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Van Gastel menegaskan laga melawan Bhayangkara sama dengan pertandingan lainnya. Meski begitu, dirinya tetap fokus untuk bisa menampilkan tim terbaik.

“Seperti biasa kami fokus pada permainan kami sendiri. Jadi itulah yang kami lakukan setiap pertandingan,” katanya.

PSIM sampai saat ini belum memastikan posisinya agar aman dari zona degradasi. Tim kebanggan Kota Yogyakarta ini masih membutuhkan poin untuk menegaskan kiprahnya bertahan di BRI Super League musim depan.

Editorial Team