Informasi mengenai kondisi kamar tersebut bermula dari sepupu Ade. Pada awal Agustus, sepupunya yang baru pulang kerja sempat melihat kendaraan seperti truk pikap berada di sekitar kos dan diduga sedang mengambil barang. Namun, saat itu ia tidak terlalu memikirkannya.
Tidak lama kemudian, penghuni kamar berinisial F menyampaikan bahwa dirinya kemungkinan tidak melanjutkan sewa. Ia mengaku akan pindah karena mendapat beasiswa sekolah di Australia.
Namun, ketika dikonfirmasi kembali, F mengatakan masih berada di kos selama Agustus dan barang-barangnya masih ada di kamar. Karena itu, Ade dan sepupunya mengira F masih akan menyelesaikan masa sewanya hingga akhir Agustus.
"Asumsinya kan Agustus masih bayar sewa, mungkin September mau keluar gitu kan ya. Kami menangkapnya begitu kalau misalkan memang sudah selesai Agustus, kita mau sewakan ke yang lain gitu loh. Terus dipastikan lagi sama sepupu saya, ‘Jadi di situ udah enggak ada barang atau bagaimana?’ gitu. ‘Masih ada kok, baju-baju saya masih ada di situ.’ Ya okelah ya karena akhir Agustus ini masih sewa," kata Ade, Jumat (20/8/2026) malam.
Setelah itu, komunikasi dengan F tidak lagi berjalan. Pihak kos juga sempat berusaha menghubungi F selama sekitar satu minggu untuk memastikan apakah ia masih akan melanjutkan sewa. Namun, pesan dan upaya komunikasi tersebut tidak mendapat respons.
Sampai akhirnya pada 16 Agustus, pihak kos melakukan kegiatan pembersihan rutin. Pada hari tersebut, petugas kebersihan datang sekitar pukul 06.00-06.30 WIB.
"Tanggal 16 itu memang rencananya jadi ada sebulan sekali kami itu panggil ya sejenis cleaning service untuk bersihkan semua area kosan gitu lah," katanya.
Selain pembersihan, saat itu juga terdapat pekerjaan perbaikan di area kos. Ketika melakukan pemeriksaan, sepupu Ade teringat bahwa kamar F biasanya memiliki gembok tambahan yang dipasang sendiri. Kamar-kamar lain tidak menggunakan gembok tambahan tersebut.
Menurut Ade, hal itu sebelumnya tidak menimbulkan kecurigaan karena F merupakan salah satu penghuni paling lama di kos tersebut. Ia telah tinggal selama sekitar enam tahun.
Namun, saat itu sepupu Ade melihat pintu kamar F tidak lagi terkunci dengan gembok tambahan seperti biasanya. Pintu kemudian diketuk, tetapi tidak ada respons.
"Biasanya kalau digembok jelas pasti orangnya enggak ada gitu. Nah ini, iya. Nah ini tuh kok enggak ada (gemboknya). Tapi digedor juga enggak nyaut. Udah pasti orangnya enggak ada nih. Terus kata sepupu saya, ‘Udah deh, kita ini aja lah, didobrak aja,’ gitu," kata Ade.
Karena F tidak dapat dihubungi dan tidak memberikan respons saat pintu diketuk, pihak kos akhirnya memutuskan membuka pintu kamar secara paksa.