Uang Kartal Keluar saat Ramadan-Idul Fitri di DIY Capai Rp4,71 T

- Bank Indonesia DIY mencatat realisasi uang kartal keluar selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 mencapai Rp4,71 triliun atau 94,39% dari proyeksi, naik 2,4% dibanding tahun sebelumnya.
- Kegiatan SERAMBI 2026 digelar di berbagai lokasi strategis DIY dengan total kuota 15.000 paket penukaran uang, melibatkan layanan kas keliling dan kerja sama dengan puluhan bank umum.
- BI DIY menegaskan komitmen menjaga ketersediaan uang Rupiah yang layak edar serta mendorong efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan transaksi nontunai demi stabilitas ekonomi daerah.
Yogyakarta, IDN Times – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) mencatat jumlah realisasi uang kartal yang keluar (outflow) selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 tercatat Rp4,71 trliun. Angka ini setara dengan 94,39 persen dari angka proyeksi pada periode Ramadan dan Idul Fitri sebesar Rp4,99 triliun.
“Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,4% dari realisasi outflow Ramadan dan Idul Fitri 2025 yang tercatat sebesar Rp4,6 triliun,” ujar Kepala KPw BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, Jumat (27/3/2026).
1. Terjaganya aktivitas ekonomi dan likuiditas masyarakat

Sri Darmadi mengungkapkan peningkatan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain dipengaruhi oleh terjaganya aktivitas ekonomi dan likuiditas masyarakat. Kemudian didukung oleh peningkatan kebutuhan uang kartal dan libur panjang serta pemenuhan kebutuhan ATM selama periode Ramadan dan Idul fitri.
“Sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar dan mudah diakses masyarakat, Bank Indonesia juga menyelenggarakan kegiatan Penukaran Uang dengan mengangkat tagline Semarak Rupiah Ramadan Dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 di seluruh Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia,” kata Sri Darmadi.
2. Kegiatan Serambi 2026

Di DIY, kegiatan SERAMBI 2026 dilaksanakan dari Senin (23/2/2026)–Kamis (12/3/2026) dengan total kuota sebanyak 15.000 paket, di lokasi-lokasi strategis seperti rumah ibadah/masjid, kantor bank umum, dan lokasi penukaran uang terpadu di Halaman Pendopo Graha Wanabhaktiyasa. Adapun realisasinya Senin (23/2/2026)–Kamis (26/22026), KPwBI DIY membuka layanan kas keliling di 6 masjid, yaitu di Kota Yogyakarta sebanyak 2 masjid, sedangkan Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul masing-masing sebanyak 1 masjid, dengan total kuota sebanyak 1.800 paket.
Kemudian Rabu (25/2/2026)–Kamis (12/3/2026), sebanyak 34 bank umum membuka layanan penukaran bagi masyarakat di wilayah DIY, dengan kuota sebanyak 10.200 paket. Pada Selasa (3/3/2026)–Kamis (5/3/2026), KPw BI DIY bekerjasama dengan 9 bank (Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BPD DIY, BSI, Bank Muamalat, CIMB Niaga dan Mandiri Taspen) membuka layanan penukaran uang terpadu di Halaman Pendopo Graha Wanabhaktiyasa, dengan total kuota sebanyak 3.000 paket.
3. Jaga ketersediaan uang rupiah

Sri Darmadi menambahkan bahwa Bank Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menjaga ketersediaan uang Rupiah yang cukup, berkualitas, dan tepat waktu, sekaligus terus mendorong efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan transaksi nontunai. “Sinergi antara pemenuhan kebutuhan uang kartal, layanan kas, serta digitalisasi sistem pembayaran diharapkan dapat mendukung stabilitas dan kelancaran aktivitas ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ucapnya.















