Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
UAJY Minta Evaluasi Total usai Alumni Meninggal saat Latsarmil SPPI
Calon manajer Kopdes Merah Putih asal Singkawang, Nola. (IDN Times/Istimewa).
  • UAJY menyampaikan duka cita atas meninggalnya Nola Dya Sari, alumninya yang wafat saat mengikuti Latsarmil Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
  • Pihak kampus mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap desain, standar keselamatan, dan urgensi latihan bergaya militer dalam program pembekalan calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih.
  • Nola meninggal setelah mengalami sesak napas dan henti jantung usai kegiatan kelas di Kalimantan; total peserta pelatihan yang wafat kini mencapai lima orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah salah seorang alumninya, Nola Dya Sari, meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Nola diketahui merupakan alumni Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAJY angkatan 2017.

Evaluasi total desain, standar keamanan serta urgensi latihan

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY, Victoria Sundari Handoko, menyampaikan duka cita atas kepergian alumninya tersebut.

"Kami mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Nola. Kepergian Nola menjadi duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, almamater dan masyarakat," kata Sundari, Senin (29/6/2026).

Ucapan belasungkawa dari pihak kampus ini dibarengi dengan dorongan agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap program pembekalan calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih.

"Program Studi Sosiologi, FISIP UAJY berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain, standar keselamatan, serta urgensi penerapan latihan bergaya militer dalam program pembekalan calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih," ujarnya.

Keselamatan tetap jadi prioritas utama

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Sundari menegaskan, peristiwa tersebut harus menjadi pengingat agar keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan program pemerintah.

"Selamat jalan, Nola. Jasa dan semangatmu akan selalu kita kenang. Semoga menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan program negara," pungkasnya.

Kronologi Nola ikuti pelatihan sebelum wafat

Jumlah peserta program pelatihan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang meninggal dunia bertambah menjadi lima orang. Korban terbaru adalah Nola Dya Sari, peserta dari Satuan Pendidikan Dodik Bela Negara Kalimantan, yang mengembuskan napas terakhir pada Jumat (26/6/2026) malam usai mengalami kondisi darurat kesehatan.

Kepala BPSDM Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan, sebelum kondisinya memburuk, Nola masih sempat mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.

"Pada Jumat, 26 Juni 2026, almarhumah mengikuti kegiatan pembelajaran CMI dan teknik perkebunan di dalam kelas tanpa keluhan kesehatan. Sekitar pukul 18.45 WIB, almarhumah mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Tim kesehatan Saktik segera memberikan penanganan awal dan merujuk yang bersangkutan ke IGD Rumah Sakit Singkawang," kata Ketut dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan, Sabtu (27/6/2026).

Ketut menjelaskan, Nola tiba di IGD Rumah Sakit Singkawang sekitar pukul 19.20 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan serta penanganan medis. Setelah kondisinya distabilisasi, dia dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sekitar pukul 20.20 WIB, Nola tiba di RSUD Abdul Aziz Singkawang. Dalam proses perawatan, dia mengalami henti jantung sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi.

"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 WIB almarhumah dinyatakan meninggal dunia. Sebelum mengikuti pendidikan, yang bersangkutan telah melalui tahapan seleksi kesehatan, seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan catatan kelebihan berat badan," kata Ketut.

Dengan demikian, total peserta program latihan dasar militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang meninggal dunia menjadi lima orang. Sebelumnya, empat peserta lain yang wafat adalah Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, Novia Rahmadhani Sihotang, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Editorial Team

Related Article