Yogyakarta, IDN Times - Olahraga lari kian ngetren, khususnya di kalangan anak muda. Maraknya penyelenggaraan ajang lari serta kemudahan membagikan aktivitas olahraga melalui aplikasi seperti Strava dan media sosial membuat olahraga ini semakin diminati.
Namun, tidak sedikit orang yang mulai berlari hanya karena fear of missing out (FOMO) tanpa memahami prinsip latihan yang tepat. Kondisi ini membuat manfaat kesehatan yang diharapkan tidak optimal, bahkan berpotensi memicu cedera dan membuat kebiasaan berolahraga sulit dipertahankan.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang juga Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer, dr. Iman Permana, M.Kes., Ph.D., mengingatkan agar olahraga dijadikan bagian dari gaya hidup, bukan sekadar mengikuti tren.
"Apa pun bentuk aktivitas fisiknya, kalau menyangkut pola hidup, kita harus mengaitkannya dengan manfaat jangka panjang, bukan hanya manfaat sesaat," ujarnya, Kamis (9/7/2026), dikutip dari laman resmi UMY.
