Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tiada Gunungan di Garebeg Mulud 2026, Keraton Jogja Bagikan Rengginang

Kota Yogyakarta
Tiada Gunungan di Garebeg Mulud 2026, Keraton Jogja Bagikan Rengginang
ilustrasi Keraton Yogyakarta (commons.wikimedia.org/Uwe Aranas)
  • Keraton Yogyakarta menyederhanakan Garebeg Mulud Be 1960/2026 tanpa gunungan dan iring-iringan prajurit, menggantinya dengan pembagian rengginang kepada Abdi Dalem di Bangsal Srimanganti.
  • Penyederhanaan dilakukan atas dhawuh Sri Sultan Hamengku Buwono X, melanjutkan konsep Garebeg Besar sebelumnya; Gladhi Resik Prajurit dan Numplak Wajik juga ditiadakan.
  • Keraton menegaskan bentuk Garebeg dapat menyesuaikan zaman tanpa menghilangkan esensinya; masyarakat tetap menikmati rangkaian Sekaten, termasuk tabuhan Gamelan Sekati dan penyebaran udhik-udhik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Pada Garebeg Mulud Be 1960/2026, Keraton Yogyakarta tidak mengeluarkan gunungan maupun menggelar iring-iringan prajurit. Meski demikian, sedekah raja kepada kawula tetap dilaksanakan dengan bentuk yang lebih sederhana melalui pembagian ubarampe berupa rengginang kepada para Abdi Dalem.

Pembagian ubarampe berlangsung di Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti Keraton Yogyakarta, Rabu (26/8/2026). Rengginang dibagikan oleh GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Hayu, GKR Bendara, KPH Purbodiningrat, dan RM Drasthya Wironegoro.

  1. Pelaksanaan Garebeg disesuaikan kondisi zaman

    Wakil Penghageng II Kawedanan Sri Wandawa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Sindurejo, mengatakan perubahan bentuk Garebeg telah terjadi dalam perjalanan tradisi Keraton Yogyakarta. Menurutnya, pelaksanaan upacara disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada setiap zaman.

    “Mulai dari era Sultan terdahulu yang menghadirkan Garebeg sebagai upacara terbesar lengkap dengan kehadiran Sultan dan regalianya, kemudian sempat mengalami penyederhanaan pada masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono X juga ada perubahan bentuk upacara Garebeg ketika pandemi Covid-19 melanda,” tuturnya dilansir laman resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu.

    Menurut KRT Sindurejo, perubahan bentuk tersebut tidak menghilangkan esensi upacara. “Ini menunjukkan bahwa rangkaian upacara budaya dapat berubah sesuai masanya, situasi dan kondisinya, asalkan esensinya tetap sama,” katanya.

  2. Tidak ada gunungan dan iring-iringan prajurit

    Garebeg Mulud Be 1960/2026 dilaksanakan secara sederhana sesuai dhawuh Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ketentuan tersebut juga menjadi pedoman dalam pelaksanaan Garebeg Besar Dal 1959. Tahun ini, gunungan dan iring-iringan prajurit tidak dikeluarkan, sementara rangkaian sebelum Garebeg seperti Gladhi Resik Prajurit dan Numplak Wajik turut ditiadakan.

    KRT Kusumanegara, Abdi Dalem senior berpangkat Bupati Nayaka di Keraton Yogyakarta, mengatakan dhawuh penyederhanaan prosesi masih berlaku pada Garebeg Mulud tahun ini.

    “Dhawuh Dalem terkait penyelenggaraan Garebeg masih sama. Kami menerima dhawuh untuk menyederhanakan prosesi Garebeg, dimulai dari Garebeg Besar kemarin sampai sekarang Mulud juga masih dengan konsep pembagian ubarampe pareden,” ungkapnya.

  3. Sejumlah prosesi masih dapat dinikmati masyarakat

    Meski prosesi Garebeg berlangsung sederhana, suasana bulan Mulud tetap hadir melalui rangkaian Hajad Dalem Sekaten. Sebelumnya, dua perangkat Gamelan Sekati, Kiai Guntur Madu dan Kiai Nagawilaga, menjalani prosesi Miyos Gangsa dan ditabuh secara bergantian di Pagongan Masjid Gedhe. Setelah rangkaian tersebut selesai, gamelan dikondurkan (dipulangkan) kembali ke Keraton pada Selasa (25/8/2026) malam.

    Melalui rangkaian Sekaten, masyarakat tetap dapat menyaksikan tabuhan Gamelan Sekati dan penyebaran udhik-udhik, serta menikmati sajian dan kerajinan khas Sekaten. Sementara itu, di Bangsal Srimanganti, rengginang dibagikan kepada para Abdi Dalem sebagai ubarampe dalam Garebeg Mulud Be 1960/2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More