Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tekanan Biaya Hidup Naik, Proteksi Finansial Keluarga Kian Dibutuhkan

Tekanan Biaya Hidup Naik, Proteksi Finansial Keluarga Kian Dibutuhkan
Generali Indonesia yang memperkenalkan produk perlindungan jiwa berbasis syariah bertajuk GEN Syariah Perlindungan Aman. (Dok. Generali
Intinya Sih
  • Kenaikan biaya hidup dan inflasi yang terus berlanjut mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial, terutama untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga di tengah tekanan harga.
  • Sektor keuangan syariah menunjukkan pertumbuhan positif dengan peningkatan literasi hingga 43,42 persen, namun tingkat inklusi masih rendah di angka 13,41 persen meski potensi wakaf uang sangat besar.
  • Generali Indonesia meluncurkan produk GEN Syariah Perlindungan Aman saat Ramadan 1447 H, menawarkan manfaat proteksi bertumbuh dan fitur wakaf bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk memperkuat ketahanan finansial keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yogyakarta, IDN Times – Kenaikan biaya hidup masih menjadi tekanan yang dirasakan banyak masyarakat Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, harga kebutuhan pokok, energi, hingga transportasi terus menunjukkan tren meningkat. Kondisi ini mendorong naiknya standar hidup layak sekaligus meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan standar hidup layak nasional meningkat 3,71 persen pada 2024, melanjutkan tren kenaikan sejak 2022. Peningkatan ini antara lain dipicu oleh mahalnya harga bahan pokok, dengan inflasi pangan tercatat mencapai 4,58 persen pada 2025. Selain itu, biaya energi dan transportasi juga mengalami kenaikan.

Tekanan harga bahkan masih terlihat pada awal 2026. Tingkat inflasi yang berada di angka 2,92 persen pada Desember 2025 meningkat menjadi 3,55 persen pada Januari 2026. Sejumlah lembaga internasional memproyeksikan inflasi Indonesia akan bertahan di kisaran 2-2,5 persen hingga 2030, yang menandakan potensi kenaikan harga secara bertahap masih akan berlangsung dalam jangka panjang.

1. Literasi keuangan syariah meningkat, inklusi masih rendah

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap instrumen perlindungan finansial yang mampu menjaga stabilitas ekonomi keluarga menjadi semakin penting.

Pada saat yang sama, sektor keuangan syariah menunjukkan perkembangan yang relatif positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri jasa keuangan syariah tumbuh sepanjang 2025, termasuk peningkatan aset pada sektor asuransi syariah.

Meski demikian, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman dan pemanfaatan produk keuangan syariah. Tingkat literasi keuangan syariah tercatat mencapai 43,42 persen, meningkat dari 39,11 persen sebelumnya. Sementara itu, tingkat inklusinya masih berada di angka 13,41 persen.

Potensi besar juga datang dari sektor wakaf uang. Badan Wakaf Indonesia (BWI) memperkirakan potensi wakaf uang nasional mencapai Rp181 triliun per tahun. Namun hingga saat ini realisasi penghimpunannya baru sekitar Rp3,5 triliun atau kurang dari 2 persen dari total potensi tersebut.

2. Inovasi perlindungan finansial berbasis syariah

Generali Indonesia yang memperkenalkan produk perlindungan jiwa berbasis syariah bertajuk GEN Syariah Perlindungan Aman.
Generali Indonesia memperkenalkan produk perlindungan jiwa berbasis syariah bertajuk GEN Syariah Perlindungan Aman. (Dok. Generali)

Melihat dinamika tersebut, sejumlah pelaku industri mulai menghadirkan inovasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan finansial berbasis syariah yang juga memiliki dimensi sosial.

Salah satunya dilakukan oleh Generali Indonesia yang memperkenalkan produk perlindungan jiwa berbasis syariah bertajuk GEN Syariah Perlindungan Aman. Produk ini dirancang dengan konsep manfaat yang "bertumbuh, bertambah, dan berkah".

Melalui manfaat 'bertumbuh', produk ini memberikan nilai santunan asuransi atau warisan yang dapat meningkat hingga 250 persen, dengan penyesuaian setiap lima tahun selama masa asuransi. Skema ini dirancang untuk membantu mengantisipasi dampak kenaikan biaya hidup yang dipengaruhi inflasi.

Selain itu, manfaat 'bertambah' berupa tambahan santunan sebesar 110 persen apabila peserta meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Sementara manfaat 'berkah' memungkinkan nasabah menyalurkan wakaf sebagai bagian dari manfaat perlindungan.

Produk ini juga dapat dilengkapi dengan perlindungan kesehatan tambahan yang mencakup penggantian biaya perawatan rumah sakit, termasuk rawat inap dan rawat jalan.

Kontribusi wakaf dari nasabah akan disalurkan melalui nazir atau badan hukum yang berwenang mengelola wakaf. Dalam hal ini, Generali Indonesia bekerja sama dengan Dompet Dhuafa.

3. Diluncurkan bertepatan dengan momentum Ramadan

3. Diluncurkan bertepatan dengan momentum Ramadan

Produk GEN Syariah Perlindungan Aman diluncurkan bertepatan dengan momentum Ramadan 1447 H. Peluncuran ini diperkenalkan oleh jajaran direksi dan manajemen Generali Indonesia, yaitu Rebecca Tan, Jutany Japit, serta Suzwamela Zawawi. Acara tersebut juga dihadiri Asep Supyadillah selaku Ketua Dewan Pengawas Syariah Generali Indonesia, Prima Hadi Putra selaku Direktur Lembaga Pengembangan dan Investasi Wakaf Dompet Dhuafa.

Rebecca mengatakan bahwa di tengah potensi kenaikan biaya hidup, masyarakat membutuhkan perlindungan yang fleksibel dan adaptif.

"Melalui GEN Syariah Perlindungan Aman, kami ingin memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki perlindungan finansial yang kuat sekaligus selaras dengan prinsip syariah. Kami berharap setiap keluarga memiliki ketenangan dalam menjalani kehidupan, beribadah, dan juga bisa berbagi untuk kebermanfaatan yang lebih luas," ujarnya.

Produk ini dipasarkan melalui ribuan tenaga pemasar Generali di seluruh Indonesia yang telah memiliki lisensi syariah dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI).

Para tenaga pemasar juga didukung oleh aplikasi iPropose yang memungkinkan konsultasi daring, analisis kebutuhan proteksi, hingga pembayaran kontribusi pertama secara online dengan proses yang lebih singkat dan terverifikasi.

Rebecca menambahkan bahwa ke depan Generali akan terus menghadirkan inovasi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Perusahaan juga berkomitmen menjadi mitra jangka panjang bagi keluarga Indonesia dalam memberikan rasa aman dan ketenangan finansial.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More