Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Musisi Jalanan di Malioboro Diberi Fasilitas Keuangan Digital

Digitalisasi musisi jalanan di Malioboro. (Dok. Istimewa)
Digitalisasi musisi jalanan di Malioboro. (Dok. Istimewa)
Intinya sih...
  • Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan fasilitas keuangan digital kepada musisi jalanan di Malioboro.
  • Transformasi digital hadir di tengah meningkatnya tren transaksi digital di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan nilai transaksi berbasis QRIS mencapai Rp41,09 triliun.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times – Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan fasilitas keuangan digital kepada musisi jalanan. Langkah ini untuk mendukung kawasan Malioboro sebagai bagian Sumbu Filosofi Yogyakarta yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Digitalisasi dijalankan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta lewat UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta. Langkah digitalisasi ini juga berkolaborasi dengan GoPay.

1. Hadirkan akses teknologi finansial yang inklusif

Digitalisasi musisi jalanan di Malioboro. (Dok. Istimewa)
Digitalisasi musisi jalanan di Malioboro. (Dok. Istimewa)

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menegaskan bahwa Malioboro bukan hanya ikon wisata, tetapi juga ruang hidup bagi para seniman lokal, termasuk musisi jalanan. Lewat digitalisasi ini pihaknya menghadirkan akses teknologi finansial yang inklusif.

“Lewat digitalisasi ini kami ingin menghadirkan akses teknologi finansial yang inklusif hingga ke sektor budaya dan industri kreatif. Kami berharap langkah ini membuka peluang lebih besar bagi para musisi untuk meningkatkan penerimaan apresiasi, seiring pola masyarakat yang semakin terbiasa bertransaksi non-tunai,” ujar Yetti, Kamis (15/1/2026).

2. Meningkatnya transaksi digital

Digitalisasi musisi jalanan di Malioboro. (Dok. Istimewa)
Digitalisasi musisi jalanan di Malioboro. (Dok. Istimewa)

Transformasi ini hadir di tengah meningkatnya tren transaksi digital di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, hingga September 2025 nilai transaksi berbasis QRIS di Yogyakarta mencapai Rp41,09 triliun.

Angka yang ada tumbuh 237,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Volume transaksi juga meningkat menjadi 486 juta kali atau naik 274,01 persen (YoY). Jumlah pengguna QRIS di DIY tercatat sebanyak 980.591 orang, dengan lebih dari 987.737 merchant aktif.

3. Buka akses ke pekerja harian dan UMKM

Digitalisasi musisi jalanan di Malioboro. (Dok. Istimewa)
Digitalisasi musisi jalanan di Malioboro. (Dok. Istimewa)

Sementara itu, Head of GoPay Merchants, Haryanto Tanjo mengatakan, misi GoPay adalah membuka akses layanan keuangan seluas-luasnya, termasuk bagi pekerja harian dan UMKM. “Kami bangga dapat mendukung Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mewujudkan ekosistem digital terintegrasi, termasuk melalui implementasi QRIS dan transaksi non-tunai, dengan teknologi GoPay Merchant yang kami hadirkan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem budaya di kawasan Malioboro, digitalisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan visibilitas musisi jalanan dalam ekosistem ekonomi kreatif. Melalui mekanisme pembayaran yang lebih modern, para musisi dapat mengelola keuangan secara mandiri sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong adopsi teknologi yang inklusif di sektor ekonomi kreatif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Musisi Jalanan di Malioboro Diberi Fasilitas Keuangan Digital

15 Jan 2026, 22:28 WIBNews