Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sm-art Batik Asal Jogja Jadi Pelopor Batik Halal di Indonesia

Sm-art Batik. (Dok. Istimewa)
Sm-art Batik. (Dok. Istimewa)

Yogyakarta, IDN Times - Produk batik dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Yogyakarta, Smart Batik Indonesia (Sm-art Batik) menjadi pelopor industri batik bersertifikat halal di Indonesia. Selain itu, Sm-art Batik juga menggunakan lilin batik dari sawit non parafin.

Sm-art Batik merupakan salah satu mitra UKMK Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Sm-art Batik didirikan oleh pasangan alumni UNY, Miftahudin Nur Ihsan dan Dinar Indah Lutfia Sari pada tahun 2018.

Keduanya mengembangkan Sm-art Batik setelah menyelesaikan studi mereka di UNY. Ihsan dan Dinar juga sempat memperoleh penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia sebagai salah satu dari 25 Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Indonesia tahun 2019.

1. Jaga keberlanjutan batik dengan sertifikat halal

Sm-art Batik. (Dok. Istimewa)
Sm-art Batik. (Dok. Istimewa)

Ihsan menceritakan Sm-art Batik memperoleh sertifikat halal setelah melalui serangkaian proses validasi, mulai dari pendaftaran, pengisian data, dan proses audit yang dilakukan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Sertifikat halal ini merupakan pengakuan kehalalan suatu produk yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama berdasarkan fatwa halal tertulis yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Mengacu UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) bahwa seluruh produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal, kecuali produk haram dan produk yang dikecualikan dari kewajiban sertifikasi halal. Meski untuk kewajiban sertifikasi halal barang gunaan baru tahun 2026, namun Ihsan mencoba memulai lebih awal.

"Kami tetap memprioritaskan agar produk Sm-art Batik memperoleh sertifikat halal. Kami bersyukur atas capaian ini. Ini juga sebagai bentuk keseriusan dalam mendorong industri batik berkelanjutan," ujar pria yang juga mengenyam pendidikan Program Magister Manajemen UGM dengan beasiswa LPDP itu.

Ihsan menyebut batik harus terus dikembangkan dan terus dilakukan inovasi. "Apalagi Jogja adalah Kota Batik Dunia. Pengusaha batik Jogja harus menjadi pioner dan contoh di industri batik, termasuk dalam memastikan kehalalan produk barang gunaan sesuai dengan UU JPH," ungkap pemenang Wirausaha Muda Berprestasi Kemenpora 2020 tersebut. 

2. Menggali potensi sawit untuk jadi batik

Sm-art Batik. (Dok. Istimewa)
Sm-art Batik. (Dok. Istimewa)

Selain telah mendapat sertifikat halal, Sm-art Batik menggunakan lilin batik sawit non parafin, dan dibuat dengan handmade. Berbagai motif tematik diproduksi Sm-art Batik, mulai dari motif pendidikan, sains, sejarah, geografi, bahkan motif musik, olahraga, geografi, budaya klasik hingga flora dan fauna.

"BPDPKS menyadarkan kami, bahwa ternyata sawit memiliki potensi yang luar biasa untuk diriset. Sawit ini luar biasa, kita harus mendorong hilirisasi industri sawit," ungkap Dinar.

Dinar mengungkapkan komponen dari sawit bisa menjadi alternatif untuk menggantikan parafin yang dari minyak bumi. "Selain itu, beberapa bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Kami terus menggali itu," kata perempuan yang mengenyam pendidikan Doktoral Kimia Analisis UGM tersebut. 

3. Permintaan produk halal di internasional diperkirakan meningkat

Sm-art Batik. (Dok. Istimewa)
Sm-art Batik. (Dok. Istimewa)

Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah mengapresiasi inovasi yang dilakukan Sm-art Batik dengan pengembangan industri batik sawit. Sejak bulan Agustus 2023, Sm-art Batik menjadi UKMK Sawit yang berkomitmen mengembangkan industri batik sawit, bukan hanya malam dari sawit, melainkan sampai dengan pewarnaan, menggunakan bahan alami dari tanaman sawit. 

"Kami, juga akan terus mendukung pengembangan UKMK Sawit agar industri hilir sawit semakin berkembang," kata Helmi.

Sertifikat halal yang diterima Sm-art Batik dinilai juga turut mendorong menuju industri sawit berkelanjutan. Sertifikat halal akan semakin menguatkan pasar Sm-art Batik.

"Harapannya produk yang sudah bersertifikat halal dapat lebih diterima di pasar khususnya pasar global, karena saat ini terjadi peningkatan permintaan produk halal di internasional," ungkap Helmi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Pilkada lewat DPRD, Dosen Fisipol UGM: Matikan Karier Politik Generasi Muda

19 Jan 2026, 11:34 WIBNews