Libur Panjang Berakhir Harga Ikan Pantai Depok Tetap Tinggi, Ini Penyebabnya

- Jenis ikan pilihan wisatawan: cakalang Rp30 ribu/kg, udang Rp70-100 ribu/kg, cumi Rp80 ribu, dan kerang hijau Rp25 ribu/kg.
- Penyebab harga tinggi: permintaan makan bergizi gratis (MBG), banyak restoran seafood baru, cuaca ekstrem menyebabkan pasokan berkurang.
Bantul, IDN Times - Harga komoditas ikan laut di sentra kuliner seafood Pantai Depok tetap tinggi. Salah satu pemilik rumah makan seafood Pantai Depok, Nunik mengatakan harga ikan laut sejak libur Nataru hingga saat ini tidak ada penurunan harga.
"Tidak turun harga ikan laut, masih mahal ," ungkapnya, Sabtu (17/1/2025).
1. Jenis ikan yang menjadi pilihan wisatawan

Saat ini harga cakalang Rp30 ribu per kilogram, menjadi salah satu ikan laut pilihan wisatawan. Sementara harga udang Rp70 ribu - Rp100 per kilogram, cumi Rp80 ribu, dan kerang hijau Rp25 ribu per kilogram.
"Harganya ikan laut masih sama seperti saat libur Nataru, tidak ada penurunan harga," ungkapnya.
2. Ini penyebab harga ikan masih mahal
Biasanya harga ikan akan turun seiring berakhirnya libur panjang. Menurut Nunik, tingginya harga ikan disebabkan tingginya permintaan untuk makan bergizi gratis (MBG), maraknya pembukaan restoran seafood, hingga cuaca ekstrem yang mengakibatkan pasokan berkurang."Seperti ikan laut jenis cakalang sudah banyak digunakan untuk lauk di MBG, sehingga permintaan cukup tinggi yang berdampak pada harga ikan," ucapnya.
3. Harga ikan laut di depot ikan

Pemilik Depot Ikan Segar BI di Pantai Depok, Purwandi Prasetyo mengaku harga ikan laut sejak libur panjang Nataru hingga saat tidak ada penurunan. Harga ikan di depot miliknya, seperti ikan cakalang dijual Rp26 ribu - Rp30 ribu per kilogram, udang dihargai Rp70 ribu, kerang hijau Rp20 ribu, dan cumi Rp80 ribu per kilogram.
"Dari pemasok ikan laut memang harga juga masih tinggi. Tidak turun meski libur panjang Nataru telah berakhir," ungkapnya.


















