Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Muflikh Najib, memastikan Bayu adalah siswa di sekolah tersebut yang membuat video klarifikasi.
Muflikh menegaskan tidak ada tekanan dari pihak sekolah di balik pembuatan video klarifikasi Bayu. Ia menuturkan, Bayu adalah siswa kelas XII, tapi bukan ketua OSIS. Ia menjelaskan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah tersebut adalah IPM, bukan OSIS.
Ia menambahkan pengurus IPM hanya berasal dari siswa kelas XI. Bayu sendiri hanya sempat bergabung saat kelas X selama beberapa bulan sebelum mengundurkan diri. Selain itu, program MBG mulai diterapkan di sekolah sejak Agustus 2025.
"(Bayu) bukan ketua, ikutnya hanya di kelas X, hanya beberapa bulan kemudian mengundurkan diri," kata Muflikh saat dihubungi, Selasa (7/4/2026).
Menurut Muflikh, Bayu telah mengakui kepada pihak sekolah bahwa pernyataannya soal dilengserkan akibat menolak MBG adalah bohong. Hanya saja, Muflikh belum mengetahui kapan dan dimana video awal tersebut dibuat.
Muflikh menilai Bayu hanya terbawa situasi saat menyampaikan pernyataan tersebut. Pihak sekolah pun memilih untuk tidak memperpanjang persoalan, terlebih setelah adanya klarifikasi dari yang bersangkutan.
"Kalau kita intinya hanya meluruskan, mendampingi dan membina terkait dengan itu semua," katanya.