Ribuan Umat Islam Salat Idul Fitri 2026 di Gumuk Pasir Kretek Bantul

- Ribuan umat Islam, sekitar 5.504 jemaah dari berbagai daerah, melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H di Gumuk Pasir Barchan, Parangtritis, Bantul pada Jumat, 20 Maret 2026.
- Ketua Muhammadiyah Kretek, Isyudi, mengimbau umat muslim tetap menjaga persatuan meski perayaan Idul Fitri berbeda dengan pemerintah, menekankan pentingnya toleransi dan empati sosial pasca-Ramadan.
- Tradisi salat Idul Fitri di Gumuk Pasir sudah berlangsung sejak tahun 1990-an dan kini menjadi ikon khas Bantul yang menarik jemaah dari berbagai wilayah.
Bantul, IDN Times - Ribuan jemaah muslim di kawasan pesisir pantai selatan Kabupaten Bantul melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H di Gumuk Pasir Barchan yang berada Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Jumat (20/3/2026).
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kretek, Isyudi mengatakan jemaah yang melaksanakan salat idul fitri di Gumuk Pasir berasal dari sekitar Kapanewon Kretek. Bahkan ada yang berasal dari Kapanewon Purwosari Kabupaten Bantul yang jaraknya tak terlalu jauh dari Gumuk Pasir.
"Ada sekitar 5.504 jemaah yang mengikuti salat idul fritri di Gumuk Pasir ini. Terdiri 2.823 laki-laki dan 2.682 perempuan," ujarnya.
1. Jemaah dari luar daerah juga melaksanakan salat idul fitri di Gumuk Pasir

Menurut Isyudi Gumuk Pasir setiap tahun salat idul fitri atau idul adha tidak hanya diikuti masyarakat di Kapanewon Kretek namun juga dari luar daerah. Sebab Gumuk Pasir ini pemandangan cukup indah.
"Setelah melaksanakan salat idul fitri biasanya jemaah dari luar daerah berfoto bersama atau swafoto sebelum meninggalkan lokasi untuk kenang-kenangan," ujarnya.
2. Meski lebaran berbeda umat muslim diminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan

Isyudi menjelaskan, meskipun idul fitri tahun ini berbeda dengan yang ditetapkan pemerintah pihaknya meminta agar umat muslim tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Ramadan yang telah dilewati selama sebulan menjadi latihan spiritual untuk meningkatkan ketakwaan, disiplin diri, dan empati sosial, serta sarana penyucian jiwa.
"Kami sudah terbiasa untuk berbeda, jadi insyaAllah kami saling menghargai, kami saling menghormati, walaupun tidak bersama-sama bersalat hari raya," ujarnya.
3. Tradisi salat di Gumuk Pasir sudah berlangsung sejak 1990 an

Menurut Isyudi, tradisi salat idul fitri di Gumuk Pasir telah dimulai sejak 1990 an silam. Ini dilakukan lantaran daerah ini kekurangan lapangan sehingga lokasi itu dipilih untuk melaksanakan salat.
"Sampai hari ini, alhamdulillah Gumuk Pasir ini menjadi ikon barangkali untuk salat hari raya, sehingga daerah lain pun cenderung kadang-kadang karena penasaran juga ya, datang ke sini untuk ikut salat berhari raya di sini," ucapnya.


















