Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Petugas TPR Parangtritis Mengaku Sering Diejek Wisatawan
Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis. (IDN Times/Daruwaskita)
  • Sejak April 2026, wisatawan menuju Gunungkidul yang melewati TPR Pantai Parangtritis tidak lagi dikenai retribusi dan cukup membayar di lokasi wisata tujuan.
  • Beberapa petugas TPR mengaku sering diejek atau dihina oleh wisatawan meski sudah tidak menarik retribusi, sehingga menimbulkan rasa kecewa di kalangan petugas.
  • Pihak Dispar Bantul meminta petugas tetap sabar menghadapi perilaku wisatawan dan menunggu pembukaan jalur Kelok 23 agar masalah retribusi dapat terselesaikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Wisatawan yang ingin berkunjung ke objek wisata di Gunungkidul dengan melewati TPR Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul, tidak lagi ditarik retribusi. Mereka hanya membayar retribusi di objek wisata yang ada di Bumi Handayani.

‎Salah satu petugas TPR Pantai Parangtritis, Awal mengaku sejak awal bulan April 2026 wisatawan ke Gunungkidul tidak ditarik retribusi saat melewati TPR Pantai Parangtritis. ‎"Cukup bilang kepada petugas ingin berwisata ke Gunungkidul pasti tidak akan ditarik retribusi," ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

1. ‎Wisatawan ejek petugas TPR Parangtritis

TPR Induk Pantai Parangtritis yang baru. (IDN Times/Daruwaskita)

Kebijakan peniadaan penarikan retribusi di TPR Parangtritis, diakui Awal disambut gembira oleh wisatawan. Selain itu, petugas TPR tidak perlu adu mulut dengan wisatawan yang akan piknik ke Gunungkidul. Sayangnya, kata Awal, masih ada wisatawan yang justru mengejek petugas.

‎"Ada sopir yang membawa wisatawan ke Obelix bilang 'saiki meh ditarik pira? Aku meh nyang Obelix' (sekarang mau ditarik retribusi berapa? Saya antar wisatawan ke Obelix) dengan gestur tubuh yang tampak menyindir petugas TPR," ungkapnya.

‎"Ya kita diam saja, mau gimana lagi tapi ucapan dengan gestur tubuh tampak menghina bikin sakit hati," imbuhnya.

Awal juga mengakui masih ada wisata‎wan yang mengatakan petugas retribusi rakus. "Kok ya kita petugas dibilang rakus karena asal narik retribusi. Padahal kita tidak tarik retribusi, itu kan bikin sakit hati dibilang kita rakus, " tandasnya.

2. ‎Siap viralkan wisatawan yang tidak jujur‎

Kunjungan wisatawan ke Pantai Parangtritis Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Petugas TPR Pantai Parangtritis yang lainnya Galang mengatakan, meski wisatawan yang akan ke Gunungkidul tidak ditarik retribusi di TPR Parangtritis, pihaknya punya strategi untuk menguji kejujuran wisatawan.

‎"Kita tahu wisatawan itu jujur atau tidak. Katanya mau ke Gunungkidul, nyatanya ke Pantai Parangtritis," kata Ketua Ketua Pemuda Karangtaruna Kalurahan Parangtritis ini.

‎"Yang jelas jika wisatawan jujur dan santun kami juga akan segan," pungkasnya

3. ‎Petugas TPR Parangtritis diminta lebih bersabar

TPR Induk Pantai Parangtritis yang baru. (IDN Times/Daruwaskita)

AdyatamaAdyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi mengaku mengetahui keluhan petugas TPR Pantai Parangtritis. Ia berharap petugas tetap sabar dan tidak terpancing emosi.

‎"Saya kira petugas di lapangan sudah sering menghadapi wisatawan yang punya perilaku bermacam-macam. Ya kita tunggu Kelok 23 dibuka kan tidak ada alasan lagi wisatawan tidak mau bayar di TPR Pantai Parangtritis dengan alasan ke objek wisata di Gunungkidul. Sudah ada jalan menuju wisata di Gunungkidul tanpa melalui TPR Parangtritis," terangnya.

Editorial Team