Yogyakarta, IDN Times - Film Pelangi di Mars hadir bukan sekadar sebagai tontonan fiksi ilmiah, tetapi sebagai upaya menyalakan kembali imajinasi dan mimpi besar anak-anak Indonesia. Di balik produksinya, tersimpan semangat panjang tentang literasi, teknologi, dan keyakinan bahwa film bisa menjadi jendela masa depan.
Sutradara Pelangi di Mars, Upie Guava, mengungkapkan bahwa inspirasi film ini berakar dari pengalaman masa kecilnya yang lekat dengan berbagai karya fiksi ilmiah dan petualangan. Ia tumbuh dengan tontonan seperti Star Wars, Back to the Future, hingga Jurassic Park, serta bacaan seperti komik Tintin dan Gundala.
“Dulu setiap hari saya pengin cepat pulang sekolah, naik sepeda, berkelana, dan berpikir suatu saat bisa menaklukkan dunia,” ujar Upie, seusai pemutaran film di XXI Empire Yogyakarta, Minggu (22/3/2026).
