Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Pelajaran Finansial dari Gen Z yang Bisa Kita Tiru, Melek Investasi

5 Pelajaran Finansial dari Gen Z yang Bisa Kita Tiru, Melek Investasi
ilustrasi Gen Z yang sukses dengan caranya sendiri (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Share Article

Generasi Z adalah kelompok individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Mereka yang lahir di tahun-tahun tersebut tumbuh dengan era teknologi yang serba canggih dan cepat. Seiring dengan akses informasi yang mudah didapat, generasi ini memperlihatkan pendekatan yang unik perihal keuangan, lho!

Dikenal menyukai kebebasan dalam mengatur keuangannya sendiri, berikut tujuh pelajaran finansial dari Gen Z yang bisa dipelajari oleh generasi lain. Disimak, yuk!  

1. Berani menghasilkan uang secara anti-mainstream

ilustrasi beauty vlogger (pexels.com/George Milton)
ilustrasi beauty vlogger (pexels.com/George Milton)

Gen Z tumbuh dalam era digital, sehingga kemudahan akses ke platform online memungkinkan mereka mengekspresikan diri dan menghasilkan uang yang gak dipikirkan generasi sebelumnya. Beberapa profesi yang dianggap hanya ‘iseng’ kini terbukti bisa menghasilkan banyak uang di tangan Generasi Z, lho.

Pemilik bisnis online, influencer, content creator, dan praktisi digital yang dulu dianggap profesi main-main, kini menjadi salah satu profesi yang paling menjanjikan. Karena banyaknya pundi-pundi uang yang dihasilkan oleh profesi tersebut, kini generasi lain pun mencoba cara yang sama dengan mereka untuk menghasilkan uang. 

2. Melek investasi dan simpanan pensiun

ilustrasi menabung dan investasi (unsplash.com/Mathieu S)
ilustrasi menabung dan investasi (unsplash.com/Mathieu S)

Melek investasi semakin ditekankan oleh Generasi Z. Mereka menyadari pentingnya menginvestasikan uang untuk membangun kekayaan di masa depan. Gen Z sering memanfaatkan aplikasi investasi online untuk memulai investasi di pasar saham. Tak jarang, mereka terlibat dalam pembelian saham individu atau portofolio yang dikelola secara otomatis.

Ketertarikan pada cryptocurrency, seperti Ethereum atau Bitcoin, juga lebih banyak peminat di kalangan generasi Z. Mereka melihat adanya potensi dalam teknologi blog chain serta peluang pertumbuhan di pasar kripto.  

Uniknya, para Gen Z ini juga tertarik untuk berinvestasi dalam bidang sosial dan lingkungan, lho. Mereka akan melihat portofolio perusahaan sebelum berinvestasi, biasanya perusahaan yang mempunyai dampak positif dan mendukung sustainable-living akan dipilih oleh Gen Z. Bagaimana menurut kamu?

3. Mencari ilmu keuangan secara detail

ilustrasi terus belajar (pixabay.com/geralt)
ilustrasi terus belajar (pixabay.com/geralt)

Generasi Z cenderung untuk mencari informasi tentang finansial secara mandiri. Biasanya mereka mencari informasi secara online untuk memahami konsep-konsep finansial, termasuk perencanaan keuangan dan cara mengelola uang. Beberapa sumber utama informasi seperti podcast, YouTube, dan blog finansial sering digunakan untuk memperkaya informasi keuangan. 

Jika merasa informasi finansial yang didapatnya belum tercukupi, mereka akan mengambil kursus finansial secara online, baik berbayar atau gratis. Harapannya, ilmu keuangan yang didapat dalam membantu mereka berinvestasi, mengatur uang, dan merencanakan penggungan uang. 

4. Fokus pada kebebasan finansial

ilustrasi melakukan bisnis online (pexels.com/Peter Olexa)
ilustrasi melakukan bisnis online (pexels.com/Peter Olexa)

Generasi Z memperlihatkan minat besar dalam konsep kebebasan finansial. Mereka gak hanya fokus pada pekerjaan konvensional, namun juga mencari cara untuk mencapai kemandirian finansial. Karena itu, banyak dari mereka tertarik untuk membangun bisnis agar bisa mencapai kebebasan finansial dan mengendalikan arah hidup mereka sendiri. Jadi gak mengherankan mereka sudah mulai menjajal peluang sebagai reseller atau afiliator. 

5. Memilih karier fleksibel dan bekerja secara mandiri

ilustrasi tetap produktif meski WFH (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi tetap produktif meski WFH (pexels.com/Anna Shvets)

Karier dengan waktu fleksibel dan bekerja secara mandiri semakin diminati. Generasi Z cenderung memilih yang memungkinkan mereka mempunyai kontrol yang lebih besar perihal waktu dan keputusan. Bahkan, tak jarang mereka menuntut prioritas hidup yang seimbang. Para Gen Z lebih mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi agar tetap bahagia dan waras. 

Lima pelajaran finansial dari generasi Z membuat kita jadi lebih aware dengan uang. Meski serius mendapatkan pemasukan, nyatanya mereka berani untuk melepaskan kesempatan memperoleh banyak cuan demi healing supaya tetap happy. Menurut Gen Z, jika mereka bisa menyeimbangkan pemasukan dan kebahagiaan diri, maka kebebasan finansial lebih cepat terjadi. Apakah kamu setuju?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More

Tunggu Proses Perizinan Gereja, Ini Lokasi Jemaat GMS Beribadah

27 Mei 2026, 18:31 WIBNews