Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketua KPU Sleman Positif COVID-19, 87 Orang Di-tracing
Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi. IDN Times/Siti Umaiyah

Sleman, IDN Times - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi, dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Belum diketahui sumber penularan virus yang menginfeksi Trapsi. Namun, ada puluhan orang yang di-tracing karena kontak erat dengan yang bersangkutan.

1. WFH sejak 21 Desember

Ilustrasi penyelenggara pemilu. (IDN Times/Sukma Shakti)

Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Sleman, Indah Sri Wulandari menyebut Trapsi menerapkan bekerja dari rumah (WFH) sejak tanggal 21 Desember 2020 lalu. Kendati ia belum mengetahui secara pasti kapan yang bersangkutan terkonfirmasi COVID-19.

"Untuk surat kedokteran (keterangan COVID-19) saya belum lihat," ujar Indah saat dikontak, Selasa (29/12/2020).

Meski demikian, hal ini tak sampai berdampak pada operasional KPU Sleman. Kegiatan berlangsung seperti biasa, lantaran Indah mengklaim, berdasarkan hasil skrining pada para pemilik riwayat kontak erat tak seorang pun yang terindikasi terpapar COVID-19.

"Yang pasti kami dari KPU Kabupaten, kemudian sekretariat menindaklanjutinya dengan segera melaksanakan tes swab. Semuanya alhamdulillah negatif," bebernya.

2. Sempat alami gejala

ilustrasi infeksi virus corona COVID-19 (IDN Times/Mardya Shakti)

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, Trapsi menjalani uji swab dan dinyatakan positif terpapar virus COVID-19 pada 22 Desember 2020 silam.

"Awalnya bergejala ringan kemudian swab mandiri dan ternyata positif," kata Joko.

Menurut Joko, saat ini Trapsi tengah menjalani proses isolasi di rumah sakit. Kondisi kesehatannya pun disebut baik.

3. Puluhan orang masuk kategori pemilik riwayat kontak

Ilustrasi swab test. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Sementara penelusuran kontak mengarah kepada para pemilik riwayat kontak erat dari Trapsi. Meliputi anggota keluarga yang bersangkutan serta para rekan kerjanya di KPU Sleman.

"Yang ditracing ada 87 orang, ada dua yang reaktif hasil rapid tes antibodi, tapi negatif semua," jelas Joko.

4. Sumber penularan masih belum jelas

Ilustrasi pilkada serentak. (IDN Times/Mardya Shakti)

Disinggung terkait sumber penularan virus, Joko menyebut bukan perkara untuk memastikannya. Lantaran Trapsi termasuk salah satu pasien dengan tingkat mobilitas tinggi sejak periode pemilihan kepala daerah (Pilkada) kemarin.

"Sulit untuk dipastikan karena aktivitas menjelang dan selama tahapan Pilkada kan berhubungan dengan banyak orang," pungkas Joko.

Curated For You

Editorial Team

Related Article