InJourney Yakin Restorasi 218 Perwara Candi Prambanan Bisa Dikebut

- InJourney optimistis restorasi 218 perwara Candi Prambanan bisa rampung lebih cepat berkat kolaborasi Indonesia-India, dengan target penyelesaian dalam 3–5 tahun melalui pemanfaatan teknologi modern.
- India akan membantu konservasi sekitar 54 candi perwara di sisi timur laut kompleks, mencakup dukungan pendanaan, tenaga ahli, dan penerapan teknologi seperti pemindaian 3D serta kecerdasan buatan.
- Proyek konservasi dijadwalkan dimulai sebulan setelah penandatanganan LoI, dikawal lembaga budaya Indonesia bersama tim Archaeological Survey of India, dengan harapan seluruh perwara selesai sebelum 2029.
Sleman, IDN Times - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney optimistis restorasi sebanyak 218 perwara di Kompleks Candi Prambanan bisa diselesaikan lebih cepat dibanding proyek pemugaran sebelumnya.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama InJourney, Maya Watono, selepas kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama PM India, Narendra Modi di Kompleks Candi Prambanan, Rabu (8/7/2026).
Agenda kunjungan kenegaraan itu jadi momentum peresmian proyek revitalisasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan sebagai bentuk kerja sama kedua negara.
Kebut penyelesaian dalam 3-5 tahun
Maya menuturkan, kemitraan RI-India ini adalah bentuk collaborative heritage partnership, di mana lahir harapan proyek pemugaran perwara Candi Prambanan bisa selesai dalam kurun waktu 3-5 tahun saja.
"Harapannya dalam 3 hingga 5 tahun ke depan ini bisa berdiri 200 lebih candi di tambahan di Prambanan. Sehingga bisa menjadi kompleks candi yang sangat luar biasa besar," kata Maya.
Dari total 224 perwara yang ada di kompleks Prambanan, baru enam yang telah direvitalisasi. Itu pun memakan waktu hingga 8 hingga belasan bulan untuk menuntaskan restorasi satu perwara saja.
Namun, Maya meyakini, pelibatan teknologi masa kini bisa memangkas waktu secara drastis.
"Jadi memang tidak lagi seperti dulu, kalau enggak kita ratusan tahun akan membangun, tapi kita akan percepat seluruhnya dan dengan kolaborasi antara Indonesia dan India ini," katanya.
Di sisi lain, Maya melihat kunjungan PM Modi hari ini membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata Indonesia, terutama di kawasan Candi Prambanan sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Prambanan dipandang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata spiritual sekaligus wisata warisan budaya.
Melalui anak usahanya, InJourney Destination, InJourney berupaya mengembangkan destinasi wisata sambil menjalankan peran sebagai agen pembangunan nasional di sektor aviasi dan pariwisata. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar Prambanan, Yogyakarta, dan Jawa Tengah, serta memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
India bantu restorasi seperempat dari total perwara

Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan kerja sama konservasi Kompleks Candi Prambanan merupakan tindak lanjut dari komitmen yang telah disampaikan PM Modi sejak Januari 2025.
Menurutnya, bantuan dari India bukan hanya berupa dukungan pendanaan, tetapi juga kolaborasi dalam pemugaran candi perwara di Kompleks Candi Prambanan.
Esti menjelaskan bantuan India akan difokuskan pada sekitar seperempat kawasan candi perwara di sisi timur laut Kompleks Candi Prambanan, dengan jumlah sekitar 54 candi perwara. Sementara itu, pemerintah Indonesia juga akan terlibat dalam pelaksanaan konservasi tersebut.
"Baru seperempatnya saja yang dibantu. Dan oleh karena itu, tadi Pak Prabowo juga sudah menyatakan bahwa kita dengan adanya kerja sama konservasi ini, Indonesia akan juga turun bersama-sama," kata Esti, sapaan akrabnya.
Menurut Esti, inti kerja sama tersebut adalah kolaborasi antarlembaga dan pertukaran pengetahuan melalui penerapan teknologi modern dalam konservasi cagar budaya, macam pemanfaatan teknologi pemindaian tiga dimensi dengan penginderaan laser, fotogrametri, dan kecerdasan buatan (AI).
Meski demikian, proses pemugaran tetap mengedepankan kaidah arkeologi melalui teknik anastilosis agar bentuk asli bangunan tetap terjaga.
"Bentuk aslinya dipertahankan. Lalu juga dilihat ada integritas dari keseluruhan kompleks candi ini. Dan dari situ akan dicoba dibangun dan dicari batu-batu lama sebisa mungkin. Nah, baru kalau tidak ketemu bagian-bagiannya, di situlah kita akan menggunakan bagian-bagian yang baru," terangnya.
Restorasi kick off bulan depan, India kirim tim pakar
Ia mengatakan proyek akan dimulai sekitar satu bulan setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI). Pelaksanaan konservasi akan dikawal oleh Museum dan Cagar Budaya bersama Balai Pelestarian Kebudayaan di bawah Kementerian Kebudayaan, sementara India akan mengirimkan tim dari Archaeological Survey of India untuk bekerja sama dalam proyek tersebut.
Esti mengungkapkan target awal proyek konservasi adalah selesai dalam 10 tahun. Namun, Presiden Prabowo bersama PM Modi telah menyampaikan harapan agar seluruh 218 candi perwara yang belum dipugar dapat diselesaikan sebelum 2029.
"Tadi mungkin karena excited juga, Pak Presiden juga sudah mengumumkan dan mungkin berbicara bersama-sama dengan PM Modi bahwa akan dicoba diselesaikan semua perwara yang belum terbangun sebelum 2029. Insyaallah bisa dilakukan, ya walaupun itu memang akan kerjaan Roro Jonggrang ya. Tapi at least kita punya target dan kita semangat untuk menjadikan ini sebagai nantinya menjadi destinasi pariwisata tentunya," pungkasnya.



















