Pony Park Dibuka di Klaten, Tawarkan Interaksi dengan Puluhan Satwa

- Pony Park resmi dibuka di Mojayan, Klaten Tengah, sebagai mini zoo interaktif yang menghadirkan sekitar 80 satwa jinak dan berbagai aktivitas edukatif bagi pengunjung.
- Sejak soft opening pada 28 Juni 2026, Pony Park telah dikunjungi lebih dari 15 ribu orang dengan fasilitas lengkap serta tarif masuk mulai Rp35.000 per orang.
- Bupati Klaten menyambut positif kehadiran Pony Park karena dinilai memperkuat sektor pariwisata daerah dan membuka peluang kolaborasi promosi dengan destinasi lain di Klaten.
Klaten, IDN Times – Destinasi wisata edukasi baru hadir di Kabupaten Klaten. Pony Park resmi dibuka di Mojayan, Klaten, dengan konsep mini zoo interaktif yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan puluhan satwa jinak.
Pengelola berharap kehadiran destinasi ini menjadi pilihan wisata keluarga sekaligus melengkapi ekosistem pariwisata di wilayah tersebut.
Manager BOD Marketing Pony Park, Dipta Sulistyanto mengatakan Pony Park dibangun sebagai taman wisata edukatif yang mengedepankan interaksi antara pengunjung dan satwa. “Semoga ini bisa membawa keberkahan bagi warga Klaten. Khususnya menjadi kado ulang tahun untuk Kabupaten Klaten,” ujar Dipta saat grand opening, Selasa (7/7/2026).
1. Wisata edukasi dengan konsep interaktif

Dipta menjelaskan, Pony Park hadir bukan sekadar kebun binatang mini, tetapi menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengenal dan menyayangi satwa secara langsung. Menurutnya, hampir seluruh hewan di Pony Park telah dilatih sehingga dapat berinteraksi dengan pengunjung secara aman.
"Kami ingin memberikan layanan kepada masyarakat untuk menikmati hewan-hewan jinak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap satwa dan pelestariannya," katanya.
Saat ini Pony Park memiliki sekitar 80 satwa, mulai dari kuda poni yang menjadi ikon utama, kapibara, rakun, binturong, berbagai jenis burung di area aviary, hingga koleksi satwa akuatik dan nokturnal. Selain melihat satwa, pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas seperti animal feeding, menunggang kuda poni, berinteraksi dengan kapibara, hingga menyaksikan animal show yang menjadi pertunjukan khas Pony Park.
2. Sudah dikunjungi lebih dari 15 ribu orang

Respons masyarakat terhadap Pony Park disebut cukup tinggi sejak masa soft opening pada 28 Juni 2026. Dipta mengungkapkan hingga grand opening, jumlah pengunjung telah menembus lebih dari 15 ribu orang, didominasi wisatawan dari Klaten, Solo, dan Yogyakarta. "Selama musim liburan, rata-rata kunjungan mencapai sekitar 1.500 hingga 3.500 orang per hari," ujarnya.
Pony Park berdiri di atas lahan seluas lebih dari 1,5 hektare dengan fasilitas pendukung berupa restoran, pendopo, hingga food court yang melibatkan pelaku UMKM Klaten. Ke depan, pengelola juga berencana menambah koleksi satwa, menghadirkan wahana horse riding, serta menyiapkan berbagai paket wisata.
Untuk menikmati Pony Park, pengunjung dikenakan tarif Rp35.000. Beberapa wahana memiliki biaya tambahan, seperti kereta mini Rp15.000, menunggang kuda poni Rp25.000, memberi makan satwa mulai Rp10.000, hingga interaksi dengan kapibara yang dibanderol hingga Rp35.000. Sementara jam operasional berlangsung pukul 09.00–17.00 WIB pada hari kerja dan 08.00–17.30 WIB saat akhir pekan.
Dipta memastikan seluruh satwa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara rutin oleh dokter hewan dan telah memiliki izin peraga sesuai ketentuan. "Kami rutin melakukan pengecekan kesehatan bersama dokter hewan dan terus berkoordinasi dengan BKSDA. Semua satwa memiliki izin yang diperlukan," jelasnya.
3. Bupati optimistis memperkuat pariwisata Klaten

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik hadirnya Pony Park sebagai destinasi wisata baru yang dinilai mampu memperkuat daya tarik Kabupaten Klaten. Menurutnya, sektor pariwisata Klaten terus menunjukkan pertumbuhan positif. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 7,5 juta orang, menempatkan Klaten sebagai salah satu daerah dengan perkembangan pariwisata terbaik di Jawa Tengah.
"Hadirnya Pony Park menjawab harapan masyarakat yang menginginkan taman bertema di Kabupaten Klaten. Lokasinya juga sangat strategis karena berada di pusat kota," kata Hamenang.
Ia menilai posisi Klaten yang diapit Yogyakarta dan Solo, didukung akses jalan tol, jaringan KRL, serta kedekatan dengan sejumlah bandara menjadi modal besar untuk menarik wisatawan nasional.
Namun, Hamenang mengingatkan bahwa tantangan utama bukan hanya menarik pengunjung, melainkan menjaga kualitas pelayanan agar wisatawan mau kembali berkunjung. "Ramai itu relatif mudah. Yang lebih penting adalah bagaimana menjaga kualitas layanan, kebersihan, dan sumber daya manusia sehingga pengunjung ingin datang kembali bersama keluarga maupun teman-temannya," ujarnya.
Pemkab Klaten juga membuka peluang kolaborasi promosi dan paket wisata bersama Pony Park, termasuk mengintegrasikannya dengan destinasi lain seperti Rowo Jombor agar ekosistem pariwisata Klaten semakin berkembang.



















