Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Bantul

Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Bantul
ilustrasi ombak laut (pexels.com/Magda Ehlers)
Intinya Sih
  • Seorang bocah 8 tahun hilang terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Bantul, saat bermain bersama ayah dan adiknya pada Minggu siang, sementara sang adik berhasil diselamatkan.
  • Peristiwa terjadi ketika kedua anak mencuci tangan di tepi pantai lalu dihantam ombak besar; tim gabungan dari kepolisian, SAR, dan warga masih melakukan pencarian intensif.
  • Pihak kepolisian mengimbau wisatawan agar waspada terhadap perubahan arus laut selatan serta selalu mengawasi anak-anak dan mematuhi rambu keselamatan di area pantai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bantul, IDN Times - Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan hanyut setelah terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Minggu siang (5/7/2026). Sementara itu, adiknya berhasil diselamatkan oleh sang ayah.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kepolisian bersama tim gabungan telah mengerahkan personel untuk melakukan pencarian korban.

"Benar telah terjadi kejadian terseret arus di Pantai Goa Cemara hari ini. Seorang anak berusia 8 tahun dikabarkan hanyut, sedangkan adiknya berhasil diselamatkan oleh ayahnya. Saat ini tim gabungan dari Polres Bantul, Polsek Sanden, SAR, Pokdarwis, dan warga sekitar terus melakukan pencarian secara intensif di sepanjang garis pantai dan perairan sekitar," jelasnya dilansir Tribrata News Bantul.

Terseret ombak saat cuci tangan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi setelah sebuah keluarga asal Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, berkunjung ke Pantai Goa Cemara sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, ayah berinisial WTW (41) berada di bibir pantai bersama dua anaknya, MBR (8) dan MBS (5).

Sekitar pukul 13.27 WIB, kedua anak tersebut mencuci tangan dan kaki di tepi pantai usai mencari kepiting. Tiba-tiba, ombak besar datang dari arah samping dan menyeret keduanya ke laut. WTW berupaya menyelamatkan kedua anaknya, namun hanya berhasil mengevakuasi MBS. Sementara itu, MBR terbawa arus hingga hilang dari pandangan.

Usai kejadian, keluarga melaporkan insiden tersebut kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Informasi itu kemudian diteruskan kepada petugas MARNIT Kuwaru, tim SAR gabungan, dan Linmas Wilayah IV. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Imbau pengunjung waspada

Rita mengimbau pengunjung pantai agar selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu keselamatan. Ia mengingatkan, ombak dan arus di kawasan pantai selatan dapat berubah sewaktu-waktu sehingga berpotensi membahayakan wisatawan.

"Kami mengingatkan agar pengunjung tidak bermain air terlalu jauh ke tengah, terutama saat air sedang pasang. Orang tua wajib mengawasi anak-anak mereka agar terhindar dari bahaya arus. Kami berharap proses pencarian dapat segera menemukan korban dalam keadaan selamat," pungkas Rita.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More