Viral Aksi Ugal-Ugalan di Dlingo Bantul, 11 Remaja Diperiksa Polisi

- Sebanyak 11 remaja pelajar diamankan Polsek Dlingo usai aksinya berkendara ugal-ugalan di Jalan Margo Mulyo, Bantul, viral dan menimbulkan keresahan masyarakat.
- Penyelidikan mengungkap aksi zig-zag dan percikan api dari standar motor sengaja direkam untuk diunggah ke media sosial saat rombongan menuju Watu Amben.
- Setelah video viral, para remaja meminta maaf kepada warga, lalu diperiksa polisi terkait identitas, kendaraan, serta kemungkinan kepemilikan barang berbahaya.
Bantul, IDN Times - Sebanyak 11 remaja yang seluruhnya masih berstatus pelajar diamankan di Polsek Dlingo setelah diduga melakukan aksi berkendara ugal-ugalan di wilayah Dlingo, Kabupaten Bantul. Aksi mereka sempat viral di media sosial dan kini masih dalam pemeriksaan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kejadian itu berlangsung di Jalan Margo Mulyo Imogiri-Dlingo, Dusun Gunung Cilik, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
"Video yang beredar memperlihatkan sekelompok remaja mengendarai sepeda motor secara zig-zag di jalan raya dan menurunkan standar kendaraan hingga menimbulkan percikan api. Aksi tersebut kemudian direkam dan diunggah ke media sosial sehingga menjadi viral dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata Rita, Sabtu (4/7/2026).
Aksi zig-zag direkam saat hendak nongkrong
Hasil penyelidikan menunjukkan para remaja itu lebih dulu berkumpul di rumah salah seorang rekannya berinisial OS (17) di wilayah Trirenggo, Bantul, sekitar pukul 20.30 WIB. Mereka kemudian berpindah ke kawasan Gapensi Bantul sebelum berangkat sekitar pukul 22.00 WIB menuju kawasan wisata Watu Amben, Patuk, Gunungkidul, untuk ngopi di Kedai Kopi Mbah Warto.
Saat melintas di Jalan Margo Mulyo Imogiri-Dlingo, rombongan melakukan aksi berkendara zig-zag sambil menggesekkan standar sepeda motor ke aspal hingga memunculkan percikan api. Aksi tersebut sengaja direkam untuk diunggah ke akun media sosial milik salah satu peserta.
Rita mengatakan, usai merekam video itu, rombongan tetap melanjutkan perjalanan ke Watu Amben. "Setelah membuat video, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Watu Amben untuk minum kopi. Selesai dari sana mereka kembali ke Bantul melalui Jalan Wonosari dan selanjutnya pulang ke rumah masing-masing," ujarnya.
Minta maaf ke warga
Beberapa hari setelah videonya viral, tepatnya pada Jumat (3/7/2026) sore, rombongan remaja tersebut mendatangi wilayah Gunung Cilik untuk mengklarifikasi sekaligus meminta maaf kepada warga yang merasa terganggu akibat aksi mereka.
Rita menjelaskan, setibanya di kawasan Pinus Becici, rombongan bertemu dengan warga dan menjalani mediasi. "Sesampainya di kawasan Pinus Becici, rombongan bertemu dengan warga dan dilakukan mediasi. Selanjutnya masyarakat menghubungi piket Polsek Dlingo sehingga petugas datang ke lokasi dan mengamankan para remaja tersebut untuk dimintai keterangan," jelas Rita.
Sebanyak 11 remaja kemudian diamankan. Mereka masing-masing berinisial FN (17), AP (14), ARF (14), AA (15), FA (13), HAFI (17), NR (14), AZM (16), OS (17), ABA (15), dan AFK (15).
Setelah diamankan, kata Rita, petugas mendata identitas para remaja, memanggil orang tua masing-masing, serta berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Bantul untuk penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Periksa kendaraan hingga kemungkinan barang berbahaya
Rita menambahkan, seluruh remaja tersebut masih berada di Polsek Dlingo untuk menjalani pemeriksaan. "Saat ini seluruh remaja tersebut masih diamankan di Polsek Dlingo. Kasusnya masih didalami, termasuk melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang digunakan, kelengkapan surat-surat kendaraan, serta apakah ditemukan barang berbahaya seperti senjata tajam," ungkapnya.
Ia juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari. Langkah itu diharapkan dapat mencegah anak terlibat dalam aksi yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

















