Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jumlah Kasus Positif COVID-19 dari Klaster Koperasi di Sleman Jadi 34
IDN Times/Siti Umaiyah

Sleman, IDN Times - Kasus positif COVID-19 di Kabupaten Sleman hari ini, Minggu (2/8/2020) mengalami penambahan sejumlah 13 kasus.

Dari jumlah tersebut, 4 di antarnya merupakan penambahan dari hasil tracing klaster Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang ada di Ngaglik, Sleman.

1. Klaster Koperasi Simpan Pinjam Ngaglik bertambah 4 kasus

Ilustrasi. IDN Times/Siti Umaiyah

Pada hari sebelumnya, jumlah kasus positif dari Klaster KSP Ngaglik ada sebanyak 30 orang, dengan rincian 21 merupakan warga Sleman dan 9 orang lainnya merupakan warga Pati. Dengan adanya penambahan kasus positif pada hari ini, jumlah kasus positif COVID-19 dari klaster ini ada sebanyak 34 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, untuk status dari ke-4 kasus baru tersebut merupakan karyawan KSP yang bersangkutan.

"(Status 4 kasus baru) karyawan," ungkapnya pada Minggu (2/8/2020).

2. Kasus berawal dari 2 karyawan

ilustrasi infeksi virus corona COVID-19 (IDN Times/Mardya Shakti)

Sebelumnya Joko menjelaskan, adanya klaster KSP di Ngaglik ini berawal dari adanya 2 karyawan yang baru pulang dar luar kota. Lalu, pengurus KSP meminta kedua karyawan tersebut untuk melakukan tes swab. Dari sana ketahui positif COVID-19.

"Semula ada 2 karyawan koperasi tersebut yang baru pulang dari luar kota dan diminta swab mandiri oleh pengurus, hasilnya positif," terangnya.

3. Beberapa diantaranya dirawat di RS

Ilustrasi ruang isolasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Menurut Joko, saat ini, tracing serta swab klaster KSP di Ngaglik sendiri sudah selesai dilakukan. Setidaknya ada 73 orang yang sudah di-swab. Hanya saja beberapa di antaranya belum keluar hasilnya.

Joko menjelaskan, untuk kasus positif dari klaster ini, baik karyawan maupun keluarga karyawan saat ini sedang menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.

"Iya masih dirawat di beberapa RS," katanya.

Editorial Team

Related Article