Januari-Juli 2024, 84 Orang Meninggal Akibat Laka Lantas di Bantul

- Dalam tujuh bulan terakhir, Polres Bantul mencatat 1.115 kasus kecelakaan lalu lintas, dengan 84 korban meninggal dan 1.381 luka-luka.
- Kapolres Bantul menyebutkan bahwa kelalaian manusia (human error) masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di wilayah Bantul.
- Tingginya angka kecelakaan di jalur Imogiri-Dlingo juga disebabkan oleh pengemudi yang tidak menguasai medan, sehingga penting untuk mematuhi aturan lalu lintas dan menghindari pengemudi agresif.
Bantul, IDN Times - Dalam kurun waktu tujuh bulan dari Januari hingga Juli 2024, Polres Bantul mencatat 1.115 kasus kecelakaan lalu lintas di Bumi Projotamansari. Dari jumlah tersebut, 84 korban meninggal dunia dan 1.381 orang mengalami luka-luka, dengan kerugian materiil mencapai Rp545 juta.
Jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencatat 2.020 kasus kecelakaan, angka kecelakaan lalu lintas pada semester pertama tahun 2024 telah mencapai lebih dari 50 persen dari total kasus tahun sebelumnya.
1. Penyebab kecelakaan didominasi kelalaian manusia

Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta.(Dok.Polres Bantul) Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta, menyebutkan bahwa perlu dilakukan penyelidikan penyelidikan kasus per kasus untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan lalu lintas tersebut. Namun, berdasarkan tingginya tingkat pelanggaran lalu lintas dan informasi yang dihimpun dari hasil penyelidikan kecelakaan, penyebab utama kecelakaan di wilayah Bantul masih didominasi oleh kelalaian manusia (human error).
"Saat ini, human error masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan, hal ini bisa terjadi, misalnya pengguna jalan yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, tidak fokus dalam berkendara, maupun adanya pelanggaran lalu lintas lainnya," katanya, Selasa (30/7/2024).
2. Kasus kecelakaan lalu lintas di jalur Imogiri-Dlingo, pengemudi tak kuasai medan

Laka tunggal microbus yang membawa wisatawan di Dlingo Bantul.(Dok.Polres Bantul) Terkait tingginya angka kecelakaan di jalur Imogiri-Dlingo, menurut Michael hal tersebut juga disebabkan kelalaian manusia.
“Kasus kecelakaan yang terjadi di jalur Imogiri-Dlingo kebanyakan disebabkan pengemudi tidak menguasai medan,” jelas dia.
3. Upaya yang bisa dilakukan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas

Ilustrasi kecelakaan bus. (IDN Times/Mardya Shakti) Menurut Michael, salah satu upaya mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh human error adalah dengan mematuhi aturan lalu lintas.
“Penting untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, termasuk batas kecepatan, rambu lalu lintas, dan marka jalan. Disiplin diri dalam berlalu lintas adalah langkah pertama untuk mencegah kecelakaan,” tuturnya.
Selain itu, pengemudi juga harus menghindari pengemudi yang agresif.
“Pengemudi yang agresif menyumbang angka kecelakaan cukup tinggi. Inilah yang harus kita hindari,” terangnya.
Kemudian, pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depannya.
“Hal ini akan memberi kita ruang dan waktu reaksi yang cukup jika ada perubahan mendadak dalam kecepatan atau arah kendaraan di depan,"ujarnya.
Michael juga mengimbau agar para pengemudi menghindari berkendara saat lelah serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















