Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Indonesia Penghasil Kopi Terbesar Dunia, Dosen UGM Soroti Kesejahteraan Petani
Petani kopi di Kintamani, Bali (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Produksi dan ekspor kopi Indonesia meningkat signifikan, namun kesejahteraan petani belum membaik karena produktivitas rendah dan kualitas biji kopi yang fluktuatif.
  • Guru Besar UGM menekankan pentingnya kolaborasi petani dengan pengusaha serta penerapan fermentasi dan inovasi untuk menjaga serta meningkatkan mutu kopi nasional.
  • Inovasi seperti metode blending dan tren konsumsi kopi di kota besar mendorong pertumbuhan ribuan kedai, membuka peluang besar bagi industri kopi Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Kementerian Pertanian mencatat Indonesia menghasilkan rata-rata 782,30 juta ton kopi dengan hampir semua laju pertumbuhan provinsi mengalami peningkatan. Sementara menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kopi Indonesia pada tahun 2025 mencapai US$1,87 miliar, naik 81,08 persen dari tahun 2024.

Beberapa negara yang rutin menjadi target ekspor kopi Indonesia sejak 2024 di antaranya Amerika Serikat yang meraup 18,77 persen dari total ekspor, dilanjut Mesir 8,70 persen, Malaysia 7,96 persen dan Belgia 7,06 persen.

Meski menjadi negara penghasil kopi terbesar di dunia, tapi kesejahteraan petani kopi belum meningkat sepenuhnya. Hal itu disebabkan produktivitas perkebunan kopi yang masih rendah dan hasil panen dijual ke tengkulak dengan kualitas biji yang fluktuatif.

Guru Besar Bidang Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Prof. Supriyadi mengatakan hanya sekitar 75 persen wilayah perkebunan kopi yang dapat diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, sisanya tidak dalam kondisi produktif dan mengalami kerusakan. “Terdapat 10 persen kerusakan lahan perkebunan kopi di Indonesia yang masih rusak. Selain kuantitas, tentu kualitas biji kopi yang fluktuatif,” kata Supriyadi, Kamis (12/3/2026) di Kampus UGM.

1. Petani harus gandeng pengusaha kopi

Potret kebun kopi di Sumedang (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Menurut Supriyadi produktivitas yang belum meningkat disebabkan petani kopi saat ini masih berorientasi pada kecepatan proses panen sehingga mendorong perubahan kualitas biji kopi. “Nah itu di problema ya, tantangan di situ,” ungkap Supriyadi.

Supriyadi menjelaskan petani harus menggandeng pengusaha kopi atau industri perkebunan. Agar kualitas kopi di Indonesia tetap terjaga, menurutnya perlu adanya proses fermentasi. Bentuk fermentasi ini dapat dilakukan dengan cara pendampingan pada petani yang konsisten.

Selain itu, Supriyadi menilai penjagaan kualitas kopi dapat dilakukan dengan melakukan inovasi. “Dari kopi yang kasarannya itu kalau menurut saya di bawah 80. Dengan inovasi kami melalui proses tambahan akan meningkatkan skornya menjadi di atas 82-84,” jelas Supriyadi.

2. Inovasi bisa hasilkan kopi dengan seduhan unik

ilustrasi roasting kopi (Unsplash/Mira Kireeva)

Supriyadi mengungkapkan inovasi yang dapat dikembangkan untuk tetap meningkatkan kualitas kopi di Indonesia adalah dengan cara blending yaitu metode mencampur dua atau lebih jenis kopi untuk menciptakan rasa yang unik. Supriyadi membeberkan inovasi unik yang pernah ia temui, yaitu Kopi Tahlil. Inovasi kopi ini berasal dari Pekalongan yang mencampurkan kopi dengan sebelas rempah.

Menurutnya inovasi semacam itu dapat menjadi alternatif untuk dapat menikmati sajian kopi yang berbeda. “Kita berinovasi untuk menghasilkan kopi dengan seduhan yang unik,” kata Supriyadi.

3. Tren minum kopi terus meningkat

ilustrasi minum kopi pagi (unsplash.com/David Fanuel)

Perkembangan kopi dalam 10 tahun terakhir, kata Supriyadi banyak melakukan ekspansi pada penanaman sekaligus meningkatnya jumlah konsumsi. Apalagi tren minum kopi di kota besar turut mendorong hadirnya ribuan kedai kopi di Indonesia.

“Nah harapannya dalam waktu 1-2 tahun lagi dapat mencapai lebih dari 11 ribu kedai kopi. Ini kan suatu potensi yang sangat besar sekali,” kata Supriyadi.

Supriyadi berharap ke depannya petani kopi dapat meningkat kesejahteraannya dan kopi dapat dinikmati semua kalangan. Ia menambahkan produsen kopi dari Indonesia terus melakukan inovasi dan promosi. “Ayo bersama-sama melakukan inovasi untuk mendapatkan rasa yang spesifik,” jelasnya.

Editorial Team