Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gunung Merapi Terpantau Mengalami 27 Guguran Lava Pijar pada Minggu

Gunung Merapi Terpantau Mengalami 27 Guguran Lava Pijar pada Minggu
Default Image IDN
Share Article

Sleman, IDN Times - Hingga saat ini, Gunung Merapi masih terus mengeluarkan guguran lava pijar.

Dari pemantauan yang dilakukan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada Minggu (24/1/2021) pukul 00.00-24.00 WIB, guguran lava pijar Merapi terjadi sebanyak 27 kali dalam sehari.

1. Jarak luncur maksimal sejauh 800 m

default-image.png
Default Image IDN

Hanik Humaida, Kepala BPPTKG mengungkapkan, dari puluhan guguran lava pijar yang tersebut, untuk jarak luncur terjauh mencapai 800 meter. Arah luncurannya pun masih sama seperti hari sebelumya, yakni mengarah ke Barat Daya.

"Teramati 27 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 800 m mengarah ke arah barat Daya," ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Senin (25/1/2021).

2. Laju deformasi hanya sebesar 0,4 cm/hari

Ilustrasi pos pemantauan gunung berapi (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Ilustrasi pos pemantauan gunung berapi (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Untuk data deformasi, disebutkan jika rata-rata dalam satu hari Gunung Merapi mengalami deformasi sebesar 0,4. "Laju rata-rata deformasi EDM Babadan sebesar 0,4 cm/hari (dalam 3 hari)," terangnya.

Menurut Hanik, untuk gempa sendiri juga terpantau terjadi, di mana dalam periode sehari kemarin telah terjadi 152 kali gempa guguran, 23 kali gempa fase banyak, 1 kali gempa vulkanik dangkal serta 33 kali gempa hembusan.

3. Status masih siaga

Gunung Merapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Gunung Merapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Hanik menjelaskan, dari mulai 5 November 2020 lalu hingga hari ini, status Gunung Merapi masih berada pada tingkat Siaga. Oleh karenanya, pihaknya meminta masyarakat untuk bisa mewaspadai adanya potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliput Sungai Boyong, Bedog, Krasak Bebeng dan Putih sejauh maksimal 5 km.

"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dan puncak," paparnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
Paulus Risang
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Wamen Pertanian Sudaryono Bantah Kabur dari Diskusi di UGM

16 Jun 2026, 12:50 WIBNews