Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fakta-Fakta Dugaan Keracunan MBG di SDN Kowang Bantul
Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Sebanyak 18 siswa SDN Kowang Bantul sempat diduga keracunan makanan bergizi gratis, namun seluruhnya sudah pulih dan kembali bersekolah setelah mendapat perawatan di Puskesmas Jetis 1.
  • Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ke aparat terkait dan menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan, sementara guru yang juga mengonsumsi MBG tidak mengalami gejala serupa.
  • SPPG Jetis Patalan 3 belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini, sedangkan Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan biaya pengobatan siswa ditanggung serta pengawasan penyajian MBG diperketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Sejumlah siswa SDN Kowang, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, sempat dilarikan ke Puskesmas Jetis 1 karena diduga keracunan makanan usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) dari SPPG Jetis Patalan 3 di Jalan Parangtritis KM 16, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Rabu (6/5/2026).

Guru Koordinator MBG SDN Kowang, Wulan, mengatakan seluruh siswa yang sempat mendapat penanganan medis kini sudah kembali bersekolah dan dalam kondisi sehat.

"Jadi setelah ditangani Puskesmas Jetis 1 tidak ada siswa yang rawat inap dan hanya rawat jalan saja. Bahkan pada pukul 13.40 WIB kemarin seluruh siswa sudah dalam kondisi sehat semua," katanya, Kamis (7/5/2026).

1. ‎Tidak ingin kasus siswa diduga keracunan MBG dibesar-besarkan

SDN Kowang Jetis Kabupaten Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Wulan mengatakan kejadian dugaan keracunan MBG telah dilaporkan kepada Polsek, Koramil, hingga Pemerintah Kabupaten Bantul. Ia meminta persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan karena tidak ingin merugikan pihak lain.

"Kami ingin menunggu hasil uji laboratorium yang sampel MBG sudah diambil oleh Dinas Kesehatan kemarin," ungkapnya.

"Jadi saya luruskan ya, bukan 23 siswa yang diduga keracunan MBG namun 18 siswa dan saat ini sudah masuk sekolah semuanya dan kondisinya sehat," tambahnya.

2. ‎Guru turut mengkonsumsi MBG namun tidak ada yang keracunan

SDN Kowang Jetis Kabupaten Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Wulan mengatakan penerima manfaat MBG di SDN Kowang terdiri dari 160 siswa serta 14 guru dan karyawan. Program tersebut mulai berjalan sejak 2026.

"Jadi guru kemarin juga ada yang mengkonsumsi MBG namun tidak terdampak. Ya mungkin karena kondisi tubuhnya kuat, imunnya kuat," tutur Wulan yang juga guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SDN Kowang.

3. ‎SPPG terkait belum keluarkan pernyataan

SPPG Jetis Patalan 3 yang memberikan layanan MBG pada siswa SDN Kowang Jetis. (IDN Times/Daruwaskita)

Dari pantauan di SPPG Jetis Patalan 3 di Jalan Parangtritis KM 16, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Kamis (7/5/2026), tidak terlihat aktivitas sehari setelah dugaan keracunan MBG terhadap siswa SDN Kowang. Dua mobil bertuliskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sejumlah sepeda motor terlihat terparkir di lokasi. Pintu bangunan bercat biru itu tampak terbuka sedikit.

"Maaf ya, kepala SPPG baru sedang rapat, ini kita juga baru menunggu hasil investigasi dari Dinas Kesehatan Bantul. Jadi belum bisa memberikan keterangan. Namun hari ini tidak ada aktivitas di SPPG ini," ujar salah satu relawan SPPG yang enggan disebut namanya.

4. ‎Biaya pengobatan siswa yang diduga keracunan MBG dibantu pemerintah

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta kunjungi Pospam Lebaran di Terminal Palbapang.(Dok.Diskominfo Bantul)

Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengaku prihatin atas dugaan keracunan MBG yang dialami siswa SDN di Kapanewon Jetis. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Bantul akan terus mengawal kegiatan di SPPG, terutama dalam penyajian menu MBG agar aman dikonsumsi penerima manfaat.

"Yang jelas untuk biaya berobat dari siswa yang diduga keracunan usai mengkonsumsi MBG," ucapnya.

Editorial Team