Lagi, Puluhan Siswa SDN Kowang Jetis Bantul Diduga Keracunan MBG

- Puluhan siswa SDN Kowang Jetis Bantul mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG) saat jam istirahat pertama di sekolah.
- Sebanyak 23 siswa dilarikan ke Puskesmas Jetis 1 untuk mendapatkan penanganan medis akibat keluhan sakit perut, muntah, pusing, dan buang air besar.
- Dinas Kesehatan Bantul mengambil sampel makanan MBG untuk diuji di laboratorium, sementara biaya pengobatan siswa ditanggung oleh Pemkab Bantul.
Bantul, IDN Times - Puluhan siswa SDN Kowang, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, dilarikan ke Puskesmas Jetis 1 setelah diduga keracunan makanan usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) dari SPPG di Jalan Parangtritis KM 15, Padukuhan Gerselo, Kalurahan Patalan, Rabu (6/5/2026).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asekda I) Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji, membenarkan kejadian tersebut. "Jadi siswa sekitar pukul 09.00 WIB atau saat istirahat pertama mengonsumsi MBG. Dan Sekitar pukul 11.30 WIB (siswa) merasakan gejala keracunan mulai dari sakit perut, muntah, pusing hingga buang air besar," ucapnya.
1. 23 siswa dilarikan ke Puskesmas Jetis 1

Melihat banyak siswa mengalami gejala serupa, pihak sekolah membawa mereka ke Puskesmas Jetis 1 untuk penanganan.
"Total ada 23 siswa yang mendapatkan penanganan di Puskesmas Jetis 1," tutur Hermawan.
2. Dugaan sementara penyebab keracunan puluhan siswa SDN Kowang

Hermawan mengatakan penyebab dugaan keracunan belum diketahui pasti. Namun, berdasarkan laporan sementara, diduga berasal dari menu gelatin yang disiapkan SPPG.
"Di menu makanan kan ada gelatin, tahu bacem hingga buah naga. Ya kemungkinan dari galatin itu," tuturnya.
3. Dinkes Bantul ambil sampel makanan MBG

Hermawan mengatakan Dinas Kesehatan Bantul telah mengambil sampel menu MBG yang diberikan kepada siswa. Sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan.
"Nah apakah SPPG akan ditutup sementara buntut puluhan siswa keracunan diserahkan kepada BGN. Namun yang jelas biaya siswa berobat ke Puskesmas ditanggung Pemkab Bantul bukan SPPG yang bayar," tandasnya.
















