Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dikeroyok, Ilham Pelajar SMA di Bantul Meninggal Dunia
Ilustrasi pengeroyokan (Dok. Idn times)
  • Ilham Dwi, pelajar SMA asal Bantul, tewas setelah dikeroyok sekitar 10 orang di Lapangan Gadung Mlaten pada malam 14 April 2026.

  • Keluarga korban menuntut keadilan dan meminta polisi memproses hukum para pelaku atas tindakan penganiayaan yang menyebabkan Ilham meninggal dunia.

  • Polisi telah menangkap dua terduga pelaku berinisial BLP dan YP, sementara lima orang lainnya masih dalam pengejaran dengan status DPO.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Ilham Dwi, warga Padukuhan Cireng, Kalurahan Triharjo, Bantul meninggal dunia di rumah sakit akibat pengeroyokan yang dilakukan sekitar 10 orang di Lapangan Gadung Mlaten, Kalurahan Triharjo pada Selasa (14/6/2026) malam.

Ayah Ilham, Sugeng Riyanto mengatakan kejadian yang menimpa anak keduanya berawal pada Selasa (14/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu Ilham di rumah dan bermain dengan keponakannya.

‎"Sekitar pukul 21.30 WIB, saya sudah tidur karena capek setelah bekerja dan hanya istri dan anak menantu perempuan yang belum tidur. Tiba-tiba ada teman anak saya berboncengan menjemput anak saya," katanya, Selasa (21/4/2026).

1. ‎Dianiaya beramai-ramai

Ilustrasi pengeroyokan (IDN Times/Sukma Shakti)

Selanjutnya korban dibawa ke Lapangan Gadung Mlaten. Dua kakak kelas Ilham yang menaruh rasa curiga mengikuti rombongan tersebut hingga ke lapangan. Menurut Sugeng, di lokasi tersebut sudah menunggu sekitar 10 orang.

‎"Ilham kemudian diminta duduk dan ditanya, apakah kamu ikut geng itu. Ilham menjawab tidak," ungkapnya.

‎Tak puas dengan jawabannya, sejumlah remaja beramai-ramai menganiaya Ilham menggunakan paralon, gunting, bahkan ditabrak menggunakan sepeda motor.

‎"Mengetahui anak saya sudah pingsan, akhirnya rombongan remaja itu membubarkan diri. Ilham kemudian dibawa ke Rumah Sakit Saras Adyatma oleh teman anak saya yang membuntuti tadi," imbuh Sugeng.

2. Keluarga tuntut pelaku jalani proses hukum

Teman-teman korban melayat di rumah duka Ilham pada Senin (20/4/2026).(Dok. Istimewa)

Ilham sempat dirawat selama dua hari, tapi kondisinya tidak membaik. Akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit PKU Kota Yogyakarta, dan meninggal pada Minggu (19/4/2026) dini hari.

‎"Jadi selama dirawat di rumah sakit, anak saya dalam kondisi koma sampai meninggal dunia karena lukanya sangat parah. Ketika mau dioperasi dokter bilang tidak mungkin dilakukan," tandasnya.

‎Sugeng Riyanto menyatakan tindakan penganiayaan terhadap Ilham sangat kejam. Keluarga menuntut agar pelaku menjalani proses hukum. "Mana ada orangtua yang ikhlas ketika anaknya dianiaya. Saya minta polisi menangkap pelaku dan memproses hukumnya secara tuntas," terangnya.

3. ‎Polisi tangkap 2 orang

‎Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Achmad Mirza. (IDN Times/Daruwaskita)

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Achmad Mirza mengatakan penyidik menangkap dua orang yang diduga mengeroyok Ilham.

‎"Dua terduga pelaku yang ditangkapnya yakni BLP alias BR (18) warga Kapanewon Kretek dan YP alias B (21) warga Kapanewon Bambanglipuro. Selain itu penyidik saat ini masih memburu lima orang yang diduga terlibat pengeroyokan," ujarnya.

‎Lima orang ini menurut Achmad melarikan diri saat polisi menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO). "Identitasnya sudah dikantongi penyidik," pungkasnya.

Editorial Team