Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cuaca DI Yogyakarta 31 Juli 2026 Didominasi Cerah Berawan
Titik 0 kilometer Malioboro, Yogyakarta (unsplash.com/muhammad arief)
  • BMKG memprakirakan cuaca DIY pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 didominasi cerah dan cerah berawan, dengan suhu 20–32 derajat Celsius.
  • Kecepatan angin diperkirakan 13–21 km/jam, dengan hembusan paling kencang berpotensi terjadi di Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.
  • BMKG memperingatkan gelombang tinggi 31 Juli–3 Agustus, mencapai 2,5–4 meter di Gunungkidul dan Samudra Hindia selatan Yogyakarta; nelayan serta operator kapal diminta waspada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (31/7/2026) hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 07.00 WIB didominasi kondisi cerah dan cerah berawan. Pada pagi hari, sebagian besar wilayah diperkirakan cerah berawan, kemudian berlanjut cerah hingga malam sebelum kembali cerah berawan saat dini hari di beberapa daerah.

Suhu udara berkisar 20–32 derajat Celsius, sedangkan kecepatan angin berada pada kisaran 13–21 km/jam, dengan hembusan paling kencang diprakirakan terjadi di Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.

Prakiraan cuaca kabupaten/kota di DIY 31 Juli 2026

Wilayah

Kondisi cuaca

Suhu udara

Kabupaten Kulon Progo

Cerah berawan, malam cerah

21–31°C

Kabupaten Bantul

Pagi cerah berawan, siang cerah, malam cerah, dini hari cerah berawan

20–32°C

Kabupaten Gunungkidul

Cerah berawan, malam cerah

20–30°C

Kabupaten Sleman

Cerah berawan, malam cerah

20–31°C

Kota Yogyakarta

Cerah berawan, malam cerah

21–32°C

Sumber: Stasiun Meteorologi Yogyakarta BMKG

BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi di perairan selatan DIY yang berlaku 31 Juli–3 Agustus 2026. Gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Kulon Progo dan Perairan Bantul, sedangkan gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Perairan Gunungkidul hingga Samudra Hindia selatan Yogyakarta.

Kondisi tersebut dipengaruhi pola sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik utara Papua yang memperkuat aliran angin timur–selatan dengan kecepatan sekitar 10–30 knot, sehingga masyarakat, terutama nelayan dan operator kapal, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keselamatan pelayaran.

Curated For You

Editorial Team

Related Article