Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bantul Tak Terapkan WFH ASN Usai Lebaran, Ini Alasannya
Ilustrasi ASN di Pemkab Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
  • Pemkab Bantul belum menerapkan kebijakan WFH karena dinilai belum efektif dan tidak menunjukkan efisiensi penggunaan fasilitas kantor seperti listrik dan AC.
  • Bupati Bantul menegaskan ASN tetap bekerja dari kantor setelah libur Lebaran 2026, dengan pengecualian hanya untuk kondisi darurat yang memungkinkan WFA.
  • Pemerintah Bantul memberi toleransi dua hari bagi ASN yang belum masuk kerja usai Lebaran untuk menyelesaikan silaturahmi sebelum kembali beraktivitas penuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Pemerintah pusat mewacanakan kebijakan work from home (WFH) satu kali dalam sepekan sebagai upaya efisiensi anggaran imbas konflik di Timur Tengah. Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan work from anywhere (WFA) bagi pegawai selama libur panjang Lebaran 2026 untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan Pemkab Bantul belum akan menerapkan kebijakan WFH tersebut. Aparatur sipil negara (ASN) tetap diminta masuk kerja seperti biasa.

"Kami belum mempersiapkan itu sehingga ASN tetap kita minta masuk kerja seperti biasanya," katanya, Senin (23/3/2026).

1. ‎Belum menemukan efektivitas dari WFH untuk ASN

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.(IDN Times/Daruwaskita)

Halim menilai belum melihat efektivitas penerapan work from home (WFH). Ia khawatir kebijakan tersebut justru dimanfaatkan ASN untuk bersantai di rumah.

"Tetapi yang kita utamakan efektivitasnya, efektif tidak? Jangan-jangan nanti di rumah hanya tidur-tiduran aja," ujarnya.

"Kalau di Kantor kan jelas. Jadi di kantor itu begini lho, satu kegiatan itu dikeroyok oleh banyak orang sehingga lebih cepat selesainya. Sehingga jika kita arahkan untuk WFH, saya mengkhawatirkan efektivitasnya," tambahnya.

Halim juga mencontohkan meski WFH diterapkan, tetap akan ada pegawai yang berjaga di kantor. Kondisi itu membuat penggunaan fasilitas seperti listrik dan AC tetap berjalan.

"Jadi kita belum bisa membandingkan efisiensi antara WFH dan WFO (work from office) efisiensinya di mana? AC, listrik tetap nyala. Kalau BBM kan urusannya masing-masing, jadi kita belum menemukan efisiensi dari metode WFH," ucapnya.

2. ‎ ASN tetap masuk kerja saat arus balik berlangsung

Ilustrasi ASN di Pemkab Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Terkait kebijakan work from anywhere (WFA) bagi ASN selama libur panjang Lebaran 2026, Halim menegaskan ASN di Bantul tetap bekerja dari kantor atau work from office (WFO), kecuali dalam kondisi darurat.

"Work from office kecuali ada opsi darurat yang nanti memungkinkan aparatur birokrasi kita itu melakukan work from anywhere," katanya.

Halim menilai Bantul sebagai daerah tujuan mudik sehingga penerapan WFO tidak akan menambah kemacetan saat arus balik. Selain itu, WFO dinilai lebih optimal karena koordinasi pekerjaan dapat dilakukan secara langsung.

"Tetapi sampai hari ini kita masih memilih opsi yang optimal yaitu work from office," ucapnya.

Ia menambahkan seluruh ASN tetap masuk kerja pada 25 Maret 2026, mengingat libur Lebaran hanya sampai 24 Maret 2026. "Jadi tanggal-tanggal itu ya tetap masuk ke kantor," ujarnya.

3. ‎ASN mangkir masuk kerja hari pertama masih diberi toleransi

Ilustrasi ASN. IDN Times/ Riyanto.

Halim menambahkan, Pemkab Bantul masih memberikan toleransi bagi ASN yang tidak masuk kerja pada hari pertama setelah libur Lebaran. Namun, toleransi tersebut hanya berlaku dalam waktu singkat.

"Kita kan karena masih dalam suasana Idul Fitri, kita masih memberikan toleransi-toleransi untuk menuntaskan silaturahim, tetapi tidak lama, hanya dua hari saja," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team